Lebah Madu Jadi Maskot Porprov Riau di Bangkinang, Ini Maknanya

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU -BANGKINANG – Pekan Olahraga Provinsi Riau IX tahun 2017 akan berlangsung di Kabupaten Kampar. Selaku tuan rumah, Pemkab Kampar sudah menetapkan logo dan maskot iven olahraga antar kabupaten se-Riau tersebut.

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Kampar, Afdal mengatakan, Bupati Azis Zaenal meminta jajarannya untuk mensosialisasikan iven olahraga itu dengan menempelkan stiker Porprov Riau pada kendaraan dinas.

“Nanti ada launching stiker Porprov di kaca mobil dinas. Pak Bupati maunya semua pasang,” kata Afdal, Minggu (16/07/2017).

Meski begitu, ia belum bisa memastikan kapan acara pemasangan stiker Porprov perdana akan digelar. Pelaksanaannya tergantung jadwal Bupati.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga sedang menggelar peluncuran atau grand launching maskot dan logo Porprov. Tujuannya sama, yakni untuk menyemarakkan penyambutan Porprov di Kampar.

“Perlu itu dilaunching. Jadi seperti ada pawai, terus ada seperti badut maskot,” ujar Afdal.  Menurut dia, rencana ini masih akan dibahas lagi dalam rapat Panitia Porprov.

Maskot dan logo berikut makna dan artinya ditetapkan dalam Surat Keputusan Bupati Kampar Nomor 426-482/VII/2017. Maskot mengambil tema dasar lebah madu. Menurut naskah dalam SK, lebah madu merupakan salah satu hasil alam Kampar yang tinggi.

Dipilihnya hewan penyengat yang satu ini didasari dari sifatnya. Lebah merupakan hewan yang kokoh, mandiri dan percaya diri. Selain itu, lebah juga merupakan hewan yang dinilai kreatif, inovatif, produktif, mampu menjaga diri, mampu memilih yang terbaik dan membawa manfaat bagi orang banyak.

Sifat lebah harus dijiwai oleh para atlet. Seorang atlet harus serius, bertanggung jawab, ulet, berdedikasi dan visioner. Selain itu, atlet juga diharapkan mampu menerima perbedaan, efisien dalam setiap tindakan dan dapat bekerja sama.

Lebah didesain mengenakan pakaian adat khas Kampar berdiri tegak di atas podium dua tingkat bertuliskan “Poprov Riau IX 2017 Kabupaten Kampar”. Tulisan sama juga terdapat pada selempang diagonal dari kanan ke kiri.

Tangan kanan menggenggam obor olahraga dengan mebelalakkan bola matanya yang biru muda. Bibir terbuka lebar. Warna bola matanya sama dengan sepatu yang dikenakan sang lebah. Sementara logo Porprov Riau IX dirancang beraneka warna. Misalnya atap rumah Lontiok yang tiap ruasnya berisi lima warna yakni, kuning, hijau, merah, biru dan hitam.

Aneka warna itu pula yang membedakan makna tiap gambar dalam logo itu. Atap Lontiok 5 warna melambangkan rumah adat khas Kampar dan menandakan Kampar sebagai tuan rumah Porprov. Sedangkan lima warna bermakna semangat olahraga. Kelopak daun melambangkan kesuburan negeri yang didasari lima sila Pancasila dan nilai-nilai agama. (*)