Awas Kena Denda Rp 50 Juta Jika Buang Sampah Sembarangan

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru mulai menerapkan sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan atau melanggar jadwal yang telah ditetapkan. Sanksi ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah.

“Jadi bukan sosialisasi lagi dan teguran yang kami lakukan. Langsung menangkap dan memberikan sanksi denda sebesar Rp 2,5 juta sampai Rp 50 juta,” kata Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Zulfikri, Jumat (18/8/2017).

Denda bagi warga yang membuang sampah sembarangan dan diluar waktu yang sudah ditetapkan akan diberlakukan secara efektif September mendatang. Artinya, mulai bulan depan, warga yang tertangkap membuang sampah sembarangan dan diluar waktu yang sudah ditetapkan, akan diberikan sanksi denda.

“Iya, mulai September kami berlakukan sanksi tegas bagi masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Kami tak main-main, karena sanksi ini akan kami terapkan,” jelas Zulfikri.

Menjelang saksi denda tersebut diterapkan, pihaknya akan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang tempat. Masih ada waktu sekitar dua pekan lagi bagi DLHK untuk mengedukasi dan melakukan sosialisasi kepada masyakat sebelum pemberlakukan sanksi denda diberlakukan.

“Tim Satgas Kebersihan kita selama beberapa hari ke depan yang akan melakukan sosialisasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 18.00,” imbuhnya.

Pihaknya berharap dengan pemberian sanksi denda tersebut, warga Pekanbaru bisa menjaga kebersihan dan membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang telah disediakan oleh Pemko Pekanbaru serta tepat pada waktu yang sudah ditetapkan.

“Kita berharap masyarakat bisa disiplin saat membuang sampah. Harus di TPS yang resmi dan harus pada jam-jam yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Sesuai jadwal yang diatur Perda Sampah, waktu membuang sampah adalah mulai pukul 19.00 hingga pukul 05.00. “Kalau ada yang membuang sampah di luar jadwal itu, berarti mereka sudah melanggar perda,” katanya.

Sementara untuk petugas pengangkut sampah, biasanya bertugas pada pukul 06.00 kemudian 11.00. Selanjutnya pada sore hari pukul 16.00 serta pukul 21.00.

“Jadi kalau masyarakat tertib membuang sesuai jadwal, pasti jam 06.00 itu semuanya sudah bersih. Tidak perlu diangkut lagi pada siang, sore dan malam harinya, otomatis Pekanbaru menjadi bersih. Sekarang kan tidak, kita angkut jam 06.00, nanti jam 07.00 ada lagi yang membuang sampah, gimana mau bersih. Inilah yang menjadi kendala kita selama ini,” urai dia.

Kemudian untuk TPS yang resmi di Pekanbaru hanya berjumlah 10 titik. Artinya jika ada warga yang membuang sampah di luar 10 TPS yang resmi tersebut, sudah dipastikan warga membuangnya di TPS liar. (*)