Pilkades di Lima Desa Perbatasan Kampar-Rokan Hulu Berlangsung Dua Kali

SALISMA.COM (SC), BANGKINANG – Lima desa di perbatasan Kampar dan rokan Hulu masuk dalam kegiatan pemilihan kepala desa serentak yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kampar.

Dengan demikian, Desa Rimbo Makmur di perbatasan itu akan melaksanakan pemilihan untuk kedua kalinya dalam dua tahun berturut-turut. Pilkades di Rimbo Makmur versi Rokan Hulu baru dilaksanakan pada 1 Desember 2016 lalu.

Pemilihan akan digelar kedua kalinya pada pilkades serentak versi Pemkab Kampar. Tak hanya Rimbo Makmur, empat desa lain yang akan menyelenggarakan pilkades yakni, Rimba Jaya, Muara Intan, Intan Jaya dan Tanah Datar.

Hingga kini, di lima desa itu masih terjadi dualisme pemerintahan. Versi Kampar dan Rokan Hulu. Namun Pelaksana Tugas DPMD Kampar, Ranayus tampaknya tidak memusingkan hal ini. Ia menegaskan, pilkades serentak versi Kampar di lima desa tetap digelar.

“Sesuai data kependudukan, wilayah di lima desa sudah masuk Kampar. Kita mengikuti putusan MA (Mahkamah Agung) saja,” ujar Ranayus, Senin (04/9/2017). Ia tak begitu tertarik menanggapi pemerintahan desa versi Rohul yang masih berjalan di lima desa.

Ditanya soal teknis panitia pilkades setempat dalam pemutakhiran data pemilih, Ranayus menyatakan, mengacu data penduduk Kampar. Ia mengatakan, proses pemindahan data kependudukan dari Rohul ke Kampar masih dilakukan Disdukcapil Kampar.

“Kita masih menunggu data dari Disdukcapil Kampar. Itulah nanti acuan panitia pilkades (dalam tahapan pemutakhiran data pemilih),” jelasnya.

Menurut Ranayus, sebenarnya tidak ada lagi yang dapat dipersoalkan menyangkut letak lima desa. Adapun Rohul masih mengklaim kewilayahan di lima desa, kata dia, merupakan bentuk dari ego sektoral.

“Bagi saya, Kampar masyarakat Riau. Rohul juga masyarakat Riau. Kecuali lari ke Sumbar atau Sumut, baru jadi masalah, yang penting masih NKRI,” kata Ranayus. (*)