Replanting Lamban, Sentra Kebun Kelapa di Inhil Banyak Beralih Fungsi

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Sekitar 60 persen kebun kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir dalam kondisi tua dan beralih fungsi karena minim dukungan untuk penanaman kembali. Hal itu disampaikan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada Festival Kelapa Internasional sekaligus memperingati hari kelapa se-dunia di Tembilahan, pekan lalu.

Dia menyebutkan, kebun kelapa banyak berusia tua, sekitar 60 persen di atas usia 40 tahun atau sudah tidak produktif. Sementara replanting (peremajaan) berjalan tersendat dan lamban. Bahkan banyak perkebunan beralih fungsi.

Sentra komoditas kelapa selama ini berada di Kabupaten Indragiri Hilir, di mana sekitar 80 persen penduduknya menggantungkan penghidupan dari kelapa. Luas Kebun Kelapa Dalam mencapai 392.752 hektare (Ha), dan Kelapa Hibrida 71.519 Ha, sehingga total luasan kebun kelapa mencapai 464.271 Ha. Jumlah tersebut sekitar 12,78 persen dari total jenderal perkebunan kelapa nasional.

Namun, ia mengatakan saat ini sebagian kebun kelapa tengah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya perkebunan kelapa yang sudah tidak produktif. Andi Rachman juga mengungkapkan masalah tersebut pada acara Festival Kelapa Internasional sekaligus memperingati hari kelapa se-dunia di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir pada pekan lalu.

Andi Rachman mengharapkan kepada semua pihak yang terkait mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Menteri Koordinator Perekonomian dan lembaga Keuangan Nasional dapat terlibat dalam industri kebun kelapa rakyat dan perbaikan tata niaga.

Menurut dia, hal ini harus dilakukan guna meningkatkan pendapatan petani, serta memberikan harga yang baik bagi petani kelapa dan juga memberi pendampingan petani kelapa untuk meningkatkan produksinya, serta mendorong replanting (peremajaan) secara nasional, dan meningkatkan volume ekspor buah kelapa rakyat.

Festival Kelapa Internasional yang digelar Pemkab Inhil cukup meriah, dihadiri puluhan ribu pelajar dan masyarakat, berbaur dengan para pejabat penting diantarnya, Bupati Indragiri Hilir HM Wardan, Ketua Badan Restorasi Gambut RI, Nasir Foead, Dirjen Perkebunan, Ir Bambang, dan Direktur eksekutif asosiasi komunitas Kelapa Asia Pasifik, Dr. Uron N. Salum.

Andi Rachman, atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Riau, menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi atas upaya dan jerih payah Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengadakan Iven tersebut dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti Pameran, pemecahan rekor MURI Minum air kelapa muda secara serentak sebanyak 10.000 Butir, Seminar serta temu bisnis, Festival Seni Melayu Serumpun (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

“Festival Kelapa Internasional 2017 yang dihelat saat ini merupakan suatu anugerah dan kebanggaan bagi Kabupaten Indragiri Hilir yang ditunjuk sebagai tuan rumah untuk memperkenalkan sentra budi daya Perkebunan Kelapa yang tersebar di seluruh Kabupaten Indragiri Hilir,” tuturnya. (*)