Riau Memasuki Peralihan Cuaca, BPBD Distribusikan Logistik Makanan

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Warga diminta mewaspadai peralihan cuaca antara musim kemarau dan musim hujan, yang saat ini mulai terjadi di wilayah Riau. Karena selama peralihan musim ini rentan bencana alam dan penyakit. Terutama bencana banjir di sejumlah daerah.

“Sekarang sebenarnya transisi antara musim kemarau ke musim hujan. Ini yang kita waspadai,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Jim Gafur, Senin (11/09/2017).

Sebagai bentuk antisipasi, dia mengatakan BPBD telah mendistribusikan logistik berupa kebutuhan makanan dan sandang ke sejumlah kabupaten di Riau.

“Minggu kemarin contohnya, kita sudah dropping logistik ke Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar dan Meranti,” ujarnya.

Ia menjelaskan sejumlah kabupaten di atas merupakan wilayah yang diwaspadai saat musim hujan tiba. Dalam waktu dekat, logistik serupa juga akan dikirim ke sejumlah daerah lainnya, seperti Rokan Hulu yang terdampak banjir cukup parah awal tahun ini.

Lebih jauh, ia memperkirakan puncak musim hujan di Provinsi Riau akan terjadi pada November mendatang. Sementara, September ini merupakan peralihan antara musim kemarau dan hujan.

Hal itu senada dengan prediksi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru belum lama ini menyatakan bahwa puncak musim kemarau terjadi pada September ini, dan Riau akan segera memasuki musim hujan.

“Meski peralihan, kita tetap waspadai Karhutla. Teman-teman Satgas masih terus siaga, begitu juga helikopter masih siaga di sini,” ujarnya.

Saat ini Provinsi Riau masih dalam status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Status yang diputuskan sejak awal 2017 ini akan berakhir pada November mendatang. (*)