Banjir Bah Mulai Surut, Tiga Jembatan Hancur di Pelalawan 

SALISMA.COM (SC), PANGKALANKERINCI – Setidaknya tiga jembatan hancur usai banjir bah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan, beberapa hari terakhir.
 
Di antaranya jembatan sepanjang 60 meter di Desa Tolam Kecamatan Pelalawan. Jembatan kayu yang patah itu penghubung Dusun Tolam Barat dan Tolam Timur.
 
Kemudian jembatan akses di Dusun Macang Desa Palas Kacamaan Pangkalan Kuras, panjangnya mencapai lima meter. Terakhir jembatan akses Jalan Poros Desa Sialang ke Desa Beringin Indah dengan panjang sekitar 10 meter.
 
Banjir yang menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Pelalawan pekan lalu telah surut. Namun menyisakan kerusakan fasilitas umum yang digunakan warga sehari-hari.
 
“Seperti rencana awal, kita minta bantu kepada perusahaan terdekat. Jadi kerjasama antara pemda, perusahaan swasta, dan masyarakat setempat,” tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, Jumat (06/10/2017).
 
Hadi Penandio menjelaskan, perusahaan membantu material dalam proses perbaikan ketiga jembatan itu. Sedangkan pekerja dan upah serta alat, ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 
 
Seperti di Dusun Macang Desa Palas, jembatan yang roboh dibangun kembali menggunakan besi yang diberikan perusahaan. Pekerjaan dilakukan oleh warga setempat yang diupah dan dipandu Dinas PUPR.
 
Demikian juga di Desa Sialang Indah. Jembatan permanen yang patah akan diganti menggunakan kayu dari perusahaan yang beroperasi disekitarnya. Jembatan di Desa Tolah sepanang 60 meter juga akan dibangun dari kayu sumbangan perusahaan.
 
“Tinggal menunggu perhitungan kubikasi dari tim BPBD dan PUPR yang turun ke lapangan. Kemarin semua perusahaan dan instansi sudah rapat bersama dan semua telah sepakat,” tandasnya. (*)