AS Sebut Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis terhadap Rohingya

Pemerintah Amerika Serikat menyebut operasi militer Myanmar terhadap populasi minoritas Rohingya sebagai pembersihan etnis.

“Pemerintah AS mengancam memberikan saksi kepada orang-orang yang bertanggung jawab atas tindakan yang sangat kejam itu,” begitu dilansir media Reuters, Rabu, 22 Nopember 2017, waktu setempat.

Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, mengatakan,”Situasi di negara bagian Rakhine di utara termasuk dalam kategori pembersihan etnis terhadap Rohingya.”

Tillerson melanjutkan,”Pemerintah AS akan mengejar pertanggung-jawaban atas tindakan ini lewat undang-undang AS termasuk kemungkinan memberikan sanksi tertentu terhadap orang-orang yang bertanggung jawab untuk tindak kejahatan.”

Operasi militer Myanmar ini, yang digelar pada pertengahan Agustus 2017, berujung pada pembakaran rumah-rumah warga desa, pembunuhan, pemerkosaan dan penganiayaan warga minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Menurut Reuters, sikap pemerintah AS ini berubah sebagai upaya untuk menaikkan tekanan kepada militer dan politisi sipil Myanmar, yang berbagi kekuasaan selama dua tahun tahun terakhir meski tidak akur. Ini terjadi setelah Myanmar lepas dari junta militer yang berlangsung puluhan tahun.

Lembaga-lembaga pemantau Hak Asasi Manusia menuding militer Myanmar melakukan tindakan sangat kejam seperrti melakukan pembunuhan warga sipil Rohingya, pemerkosaan, pembakaran rumah-rumah warga saat menggelar operasi pembersihan saat mengejar kelompok militan Rohingya pada 25 Agustus 2017. Sebelumnya, kelompok militan Rohingya, yang meminta status dan hak sebagai warga negara Myanmar diakui, ini telah menyerang sekitar 30 kantor polisi dan sebuah kam militer.

Operasi militer Myanmar ini, yang dibantu kelompok Budha garis keras, menyebabkan terjadinya pengungsian besar-besaran warga minoritas Rohingya dari Rakhine menuju daerah perbatasan di Bangladesh.

Terkait ini, Paus Francis bakal datang ke Myanmar pada 28 Nopember 2017 untuk bertemu Aung San Suu Kyi dan dilanjutkan bertemu Jenderal Min Aung Hlaing. Paus Franciss juga akan berkunjung ke Dhaka Bangladesh dan bertemu pengungsi Rohingya dalam sebuah forum antaragama untuk perdamaian.