Realisasi PAD Rohul 2017 Lampaui Target, Bapenda Optimalkan Penerimaan Pajak 

PASIRPANGARAIAN – Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Rokan Hulu mengalami peningkatan dari target yang ditetapkan sejak tahun 2016.

Peningkatan target PAD Rohul khusus pajak dan retribusi daerah merupakan bentuk keseriusan dan komitmen Pemkab Rohul dalam menggenjot dan optimalkan potensi penerimaan daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Rohul, Jonni Muchtar mengatakan, walaupun pemerintah daerah sudah berupaya maksimal serta mengoptimalkan penerimaan PAD, namun sampai kini masih belum bisa tergarap seluruhnya.

Bila dibandingkan tiga tahun terakhir, rencana kenaikan target PAD Rohul mengalami signifikan, di tahun 2016 target PAD sebesar Rp97 miliar, namun belum terealisasi 100 persen.

“Lalu tahun 2017, awalnya target PAD Rp 108 miliar tetapi kita mampu merealisasikan angka Rp 123 miliar, bahkan jika digabung dengan PAD lainnya, sudah mencapai Rp 200 miliar lebih,” jelasnya, Senin (4/12).

Dengan adanya target tersebut, ada peningkatan kinerja dari pemerintah daerah, dari penggarapan dan mengoptimalan sektor penerimaan pajak dan retribusi daerah.

Sementara, pada APBD Rohul 2018 yang sudah disahkan DPRD Rohul, target PAD tahun 2018 lebih tinggi lagi, dengan upaya-upaya yang sudah direncanakan, khusus pajak dan retribusi daerah naik menjadi Rp143 miliar.

“Itu bisa dibandingkan. Pada 2016 target kita Rp 97 miliar hingga tahun 2018 naik jadi Rp143 miliar. Kenaikan target itu hampir dekati 50 persen kenaikannya dari seluruh total penerimaan pajak dan retribusi daerah,” imbuhnya.

Kemudian, terangnya, dari target penerimaan PAD Rohul tahun 2018, pihaknya tengah mengintensifkan potensi wajib pajak yang berskala besar. Bapenda telah mendorong penerimaan pajak melalui Tim Terpadu, perusahaan-perusahaan yang belum memiliki izin HGU dan perizinan lain akan dioptimalkan. (*)