Evaluasi Kadis Tak Peduli PAD, Dewan Sebut Banyak Perda Mandul

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Kalangan DPRD Pekanbaru kembali menyorot banyaknya perda yang tidak maksimal dilaksanakan OPD terkait. Akibatnya PAD yang diraih tidak sesuai harapan.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan menyebutkan, dari puluhan perda yang sudah disahkan pihaknya, hanya beberapa saja yang menghasilkan PAD. Selebihnya mandul.

“Jadi, kita heran kalau PAD yang ditargetkan Rp 1 triliun tahun 2017 ini, hanya bisa dicapai tak sampai separuhnya. Kalau tidak salah PAD tahun ini hanya sekitar Rp 400 miliar lebih. Ini kan ironis sekali,” kata Ruslan, Selasa (5/12).

Setidaknya PAD yang masih menjadi primadona dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), PPH, pajak restoran/rumah makan, hotel, reklame tempat hiburan dan lainnya. Sementara yang lainnya seperti sumur resapan, sarang burung walet, dan sebagainya tidak maksimal.

“Bahkan dari PAD yang primadona tersebut, tidak maksimal juga. Seperti tempat hiburan, pajak dan retribusi parkir dan lainnya. Dari hasil tersebut sudah jelas, harus dievaluasi total,” sebut Ruslan lagi.

Karena kondisi ini, Ruslan yang juga Anggota Komisi IV tersebut mengharapkan, agar Walikota mengganti segera pimpinan OPD. Apalagi seiring akan digelarnya mutasi besar-besaran di lingkungan pemko.

Mulai dari pejabat eselon II, III dan IV. “Untuk apa dipertahankan pejabat yang tidak bisa bekerja. Apalagi pendapatan Kota Pekanbaru tahun depan, dipastikan akan bertumpu pada PAD,” tegasnya.

Sebelumnya, Walikota Pekanbaru, Firdaus MT menegaskan, akan adanya mutasi besar-besaran yang dilakukan jelang tutup tahun ini. Tidak hanya untuk eselon III dan IV saja, Firdaus juga membenarkan adanya sejumlah jabatan kepala dinas dan badan yang akan diganti. (*)