Petani Mulai Resah, Ribuan Sawah di Meranti Masih Terendam Banjir

SELATPANJANG – Hingga kemarin, ribuan sawah di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terendam. Dalamnya genangan air pasca tingginya intensitas hujan sejak Desember 2017 lalu, menyebabkan para petani di wilayah tersebut tidak bisa menanami sawah mereka.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Ketahanan Pangan dan Peternakan (DTPKPP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafril mengungkapkan, sejumlah petani di Meranti maulai resah, bahkan sudah berputus asa.

Pasalnya, air di sawah mereka tidak juga surut. “Kemarin sempat surut sebentar, namun saat ditanam ulang, air kembali menggenang. Genangan air hingga 30 sentimeter,” ujar Syafril, Kamis (11/1).

Kondisi tersebut semakin parah lantaran intensitas hujan tidak juga kunjung berkurang. “Bahkan saat ini sudah 50 sentimeter genangan airnya,” ujar Syafril.

Syafril mengatakan pihaknya telah mengajukan proposal ke Balai Wilayah Sumatera III untuk menanggulangi genangan air yang membanjiri ribuan sawah di Meranti.

Ia mengatakan, bantuan yang diajukan ke Balai Wilayah Sumatera III yaitu, pembangunan 80 kilometer tanggul di Rangsang Barat. “Tanggulnya sepanjang Desa Anaksetatah hingga Desa Melai,” ujar Syafril.

Selain tanggul, proposal yang diajukan pada 2017 lalu, pihaknya juga mengajukan pengadaan pintu klep berukuran besar sebanyak 8 unit.

“Tim dari Balai Wilayah Sungai Sumatera III sudah survei lokasi dan melakukan pengukuran, konsultannya juga sudah melakukan kajian selama satu bulan di Rangsang Barat,” terang Syafril.

Dia berharap usulan DTPKPP bisa direalisasikan pada tahun 2018 ini juga. Selain mengajukan ke Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Syafril mengatakan pada tahun ini pihaknya juga mengajukan bantuan pembangunan tanggul dan pintu klep untuk di seluruh desa yang rawan tergenang air ke Provinsi Riau. (*)