Gubri Sebut Tambahan Modal untuk BRK Rp1,5 Triliun Itu Perlu

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU –  Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman sebagai pemegang saham utama Bank Riau Kepri mengklaim suntikan modal sebesar Rp1,5 triliun, sangat diperlukan untuk naik peringkat ke BUKU 3.

Dia memastikan Pemprov Riau akan memikirkan masalah itu dalam upaya pengembangan perbankan daerah supaya menjadi lebih kuat. Selain di BRK, rencana tambahan modal juga akan dibicarakan Andi Rachman untuk membantu spin off BRK Syariah.

“Nanti semuanya ini akan kami bicarakan dulu dengan DPRD Riau. Termasuk nanti berapa jumlah yang kami sanggupi dan bagaimana landasan hukumnya,” ujarnya kepada bertuahpos.com, Senin (12/2/2018) saat ditemui di Kantor KPU Riau.

Pengajuan tambahan modal sebesar Rp1,5 triliun itu diakui Andi Rachman sudah disampaikan BRK sebelum rapat umum pemegang saham (RUPS) dilangsungkan akhir pekan lalu.

Direktur Utama BRK Irvandi Gustari mengatakan, meminta tambahan modal sebesar Rp1,5 triliun itu, tidak lain untuk menguatkan BRK serta mendorong realisasi perubahan bank untuk naik kelas ke BUKU 3. Dia optimis usulan ini akan dipertimbangkan oleh Pemprov Riau seiring dengan keluarnya peringkat A untuk rangking investasi jangka panjang secara nasional.

“Memang saat ini sedang dibahas oleh Pemprov Riau bersama dengan DPRD Riau terkait tambahan modal yang kami usulkan sebesar Rp1,5 triliun itu,” ujarnya Irvandi.

Plt Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau Yusri mengatakan, ada 2 pola yang bisa dilakukan oleh perbankan daerah untuk naik peringkat ke BUKU 3. Pertama, bisa dilakukan melalui tambahan penyertaan modal oleh pemegang saham.

“Pola kedua, bagaimana perbankan bisa naik ke BUKU 3 yakni dengan cara go publik,” sambungnya. (*)