Azaly Djohan Angkat Bicara Mengenai Penolakan Namanya Dimasukkan Dalam Tim Kampanye Salah Satu Calon Gubernur Riau.

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Azaly Djohan angkat bicara mengenai penolakan namanya dimasukkan dalam tim kampanye salah satu calob Gubernur Riau.

Dikatakan Azaly Djohan, memasukkan namanya masuk tim kampanye, tanpa seizinnya tidaklah elok. Apalagi, dia adalah tokoh Melayu yang menjadi panutan bagi masyarakat.

“Jadi, tidak boleh begitu. Saya ingin memberikan pengajaran yang baik,” kata Azaly Djohan saat ditemui bertuahpos.com di Aryaduta Hotel, Selasa (13/2/2018).

Sebelumnya, ada 12 tokoh termasuk Azaly Djohan menolak namanya dimasukkan dalam tim kampanye. Alasannya, nama mereka dimasukkan begitu saja dalam daftar tim sukses.

“Kami adalah tokoh masyarakat Riau selaku orang tua dan adapula sebagian kami duduk di pengurusan Lembaga Adat Melayu Riau, maka oleh karena itu kami bersikap independen tidak memihak dan berdiri di atas semua golongan,” demikian cuplikan penyataan 12 tokoh tersebut dalm sebuah surat bertanda tangan, tertanggal Kamis, 8 Februari 2018.

Adapun 12 tokoh itu antara lain A Rivaie Rahman, Arsyad Rahim, Tengku Lukman Jaafar, Azaly Johan, Ahmad Bebas, Wasnury Marza, Tengku Rasmara, Fachruddin Bakar, Makmur Hendrik, Marjohan Yusuf, Tengku Muchtar Anom, dan Syafei Yusuf.

Dalam surat pernyataan tersebut, 12 tokoh ini meminta KPU Riau dan bakal calon gubernur, Firdaus-Rusli agar dapat menindaklanjuti isi pernyataan tersebut. (*)