Putus Mata Rantai Tengkulak di Riau, Bulog Harus Tampung Hasil Panen Petani

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Anggota Komisi II DPRD Riau, Sugianto mengatakan, peran Bulog sangat diperlukan saat panen raya seperti ini, sehingga bisa menampung hasil panen masyarakat.

“Kita harapkan Bulog berperan aktif menampung hasil gabah dan beras petani saat panen raya. Sehingga petani Riau terbantu dan dapat bersaing secara harga,” kata Sugianto, Senin (12/2).

Selain itu, Bulog menurutnya juga dituntut melakukan antisipasi untuk memutus mata rantai tengkulak yang kerap merugikan petani di Riau. Sehingga dengan menjual langsung kepada Bulog, sesuai harga pembelian pemerintah.

Tengkulak melakukan politik dagang. Gabah diambil dari petani kita diolah disana kemudian dijual lagi ke Riau, tentu petani merugi. Kita minta Bulog dapat mengantisipasi praktik-praktik tengkulak tersebut.

“Seperti yang terjadi Kuala Kampar, beras larinya ke Batam ketika ditanya Bulog beralasan tinggi transportasi kesana, apapun itu Bulog tetap harus tampung. Kalau lumbung berasnya di Kepulauan, coba bekerjasama dengan kelompok tani disana,” tutur Sugianto.

Ditambahkannya, ketahanan pangan di Riau masih jauh dari kemandirian, hanya 35 persen kebutuhan beras dapat terpenuhi. Sementara, 65 persen dipasok dari provinsi tetangga.

“Padahal lahan persawahan di Riau cukup luas ditambah dengan anggaran yang dialokasikan di Dinas Pertanian setempat cukup besar untuk program tersebut agar hasil produksi beras meningkat. Karena itu, kami meminta kepada dinas pertanian, agar mengevaluasi lagi programnya karena di lapangan amburadul,” imbuhnya. (*)