Tinggal Tunggu Keputusan Pusat, Riau Siap Jadi Embarkasi Haji Antara

PEKANBARU – Pemprov Riau berharap tahun ini Riau menjadi embarkasi haji antara. Sejumlah persiapan terus dilakukan, sembari menunggu persetujua dari pemerintah pusat melalui Kementerian Agama.

“Kita harapkan saat tim dari Kementerian Agama turun nanti langsung menetapkan Riau sebagai embarkasi haji antara,” ujar Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie, Senin (12/3)

Sebagai persiapan untuk menjadi embarkasi haji antara, tahun ini sudah dianggarkan untuk biaya transportasi jemaah haji dari Pekanbaru menuju Batam di APBD Riau 2018. Sehingga jemaah haji digratiskan dari Pekanbaru menuju Batam.

Karena dalam persyaratan menjadi embarkasi antara tahun ini, untuk dapat izin, memenuhi persyaratan administrasi dan fisik. Ada tiga persyaratan utama. Yakni tersedianya anggaran cukup tentang transportasi Pekanbaru-Batam (pulang dan pergi).

Kedua harus ada payung hukum seperti perda. Dan saat ini sudah ada perda tentang anggaran perjalanan haji dari Pekanbaru menuju Batam tersebut.

“Dianggarkan Rp 4,6 juta per orang. Kalau kuota haji Riau 5.100 orang, itu biayanya sekitar Rp 25 miliar,” ujar Ahmad Syah Harrofie

Karena ketika Riau ditetapkan sebagai embarkasi haji antara, tetap pengangkut jamaah haji dari Pekanbaru menuju Batam menggunakan pesawat kecil. Kemudian dari Batam menuju Tanah Suci menggunakan pesawat besar ke Jeddah, Arab Saudi.

“Cuma tidak menginap lagi di Batam. Biasanya kan harus menginap di Batam dan diperkirakan biaya di Batam menginap total semua mencapai Rp 2, 5 miliar,” lanjut Ahmad Syah.

Kemudian saat ini yang masih dipersiapkan sebagai syarat untuk keluarnya izin embarkasi haji antara yakni fasilitas. Masih ada dua persyaratan yang belum dipenuhi, yakni ruang makan dan ruang kedatangan jemaah.

“Itu yang kita coba yakinkan Kementerian Agama tahun ini. Kita minta Dinas PUPR untuk menuntaskannya karena janji mereka April sudah selesai,” kata dia.

Untuk saat ini asrama haji yang disiapkan bekas Rusunawa belakang Gedung DPRD Riau. Fasilitas antara lain masjid sudah siap, lift sudah cukup. Kamar tidur sudah siap, sesuai kapasitas yakni menampung 960 orang jemaah. Padahal, syaratnya hanya 900. (*)