Respons Dorongan LAM, Pemprov Riau Bakal Ikut Kelola Blok Rokan

PEKANBARU – Asisten II Setdaprov Riau Masperi jauh-jauh hari sudah menegaskan Pemprov Riau ikut terlibat dalam pengelolaan sumur minyak Blok Rokan yang saat ini dikelola PT Chevron Pacific Indonesia. Kontrak PT CPI itu akan berakhir tahun 2021 mendatang.

Hal ini juga merupakan respons atas dorongan masyarakat Riau dari Lembaga Adat Melayu (LAM) yang meminta pemerintah untuk ikut terlibat dalam pengelolaan Blok Rokan yang akan berakhir tiga tahun lagi.

“Setelah berakhir nantinya akan ada penunjukan dari pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk pengelolaan apakah tetap Chevron atau Pertamina,” ujar Masperi, Senin (12/3).

Ada dua pendekatan yang dilakukan pemerintah provinsi untuk terlibat dalam pengelolaan Blok Rokan tersebut menurut Masperi. Yakni pendekatan berdasarkan Partisipasi Interes (PI) 10 persen yang sudah diatur dalam UU.

“Diatur UU kita terlihat dalam pengelolaan sebagai keistimewaan bagi daerah penghasil 10 persen,” ujar Masperi.

Kemudian ikut dalam business to business apakah nantinya dengan Chevron atau PT Pertamina sebagai operator yang ditunjuk pemerintah. Jika business to business ini lanjut Masperi maka Pemerintah harus mengeluarkan modal yang cukup besar.

“Dua pendekatan inilah nantinya kita ikut dalam mengelola Blok Rokan ini, sebagaimana keinginan masyarakat Riau,”jelasnya.

Untuk pengelolaan sendiri nantinya menurut Masperi, bisa saja pihak Pemprov mempercayakan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan bekerjasama business to business dengan perusahaan yang ditetapkan pemerintah pusat. (*)