Bangunan Belum Berfungsi Optimal, RSUD Dumai Ajukan Penambahan Elevator

DUMAI – Sejak diresmikan pada Mei 2016, bangunan baru RSUD Dumai hanya berfungsi dua lantai. Yakni ruang rawat inap lantai dua yang menampung 48 pasien. Terutama pasien penyakit dalam.

Layanan terhadap pasien penyakit dalam selama ini beradap di instalasi rawat inap atau Irna A. Ruang ini bagi pasien kelas I, II dan III. “Kini sudah pindah ke lantai dua bangunan baru,” ujar Direktur RSUD Dumai, dr Syaiful, Jumat (16/3).

Menurutnya, saat ini di lantai dua hanya menyediakan 24 tempat tidur bagi pasien pria dan 24 tempat tidur lainnya bagi pasien wanita. Ia menargetkan dalam tahun ini bisa bertambah jadi 60 tempat tidur.

Ruang di lantai dua ini sebenarnya mampu menampung 100 pasien. Syaiful mengaku pengembangan bangunan baru terkendala anggaran yang terbatas. Mereka masih butuh tiga unit elevator lagi untuk menunjang operasional di bangunan tersebut.

Syaiful mengaku sudah ajukan penambahan tiga elevator ke DPRD Kota Dumai. Ia mengaku belum ada penganggaran elevator untuk bangunan baru di tahun anggaran 2018. Total anggaran untuk elevator mencapai Rp 3 miliar.

Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo meminta tenaga medis tidak membedakan pasien yang datang ke RSUD Dumai. Siapapun pasien harus dapat pelayanan setiba di rumah sakit.

Eko mengingatkan jangan sampai ada perbedaan antara pasien kaya dan pasien kurang mampu. Siapapun pasien harus mendapat layanan yang sama. Ia menyebut para tenaga medis harus memberi layanan atas nama kemanusiaan.

“Kalau pasien datang layani dulu. Jangan ditanya ada duit atau tidak. Sebab ada Jamkesko,” paparnya saat hadiri syukuran penggunaan lantai dua gedung baru RSUD Dumai, Jumat (16/3).

Menurutnya, pelayanan RSUD Dumai masih terbatas. Rumah sakit ini baru mampu menampung 280 pasien di ruang rawat inap. Mereka mendapat layanan di berbagai kelas seperti kelas I, II, III dan VIP. (*)