Para Pemilik Putlet Protes Kebijakan Kominfo yang Mewajibkan Registrasi Kartu SIM

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Para pemilik outlet dikabarkan akan demo hari ini, Senin 2 April 2018. Mereka protes kebijakan Kominfo yang mewajibkan registrasi kartu SIM.

Belasan papan bunga bertuliskan sindiran kepada Kominfo bahwa dengan kebijakan tersebut membuat matinya outlet-outlet kecil, tampak juga telah terpampang di depan Kantor DPRD Riau.

“Turut berduka cita atas matinya outlet kecil atas kebijakan registrasi Kominfo,” demikan tertulis dalam papan bunga tersebut.

Sementara itu, untuk pengamanan demo ini sendiri, aparat gabungan dari Satpol PP dan kepolisian sudah berjaga di kompleks DPRD Riau. Bahkan mobil water canon juga telah dipersiapkan.

“Iya, massa demo ada sekitar 200 orang. Mereka akan protes kebijakan registrasi ini,” kata salah satu aparat saat berbincang dengan bertuahpos.com, Senin 2 April 2018.

Sebelumnya, Mulai 1 April 2018 lalu, jika belum registrasi kartu SIM, maka seluruh layanan, baik itu panggilan masuk atau panggilan keluar, serta SMS akan diblokir oleh operator.

Satu-satunya yang tidak diblokir pada bulan April ini adalah layanan internet. Layanan internet akan diblokir pada bulan Mei nanti.

“Sampai 30 April tetap tidak registrasi, maka 1 Mei 2018 kita blokir total,” kata Menkominfo Rudiantara dalam keterangan resminya, sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Namun demikian, selama bulan April ini pelanggan tetap bisa mengirimkan SMS pendaftaran dengan cara ketik DAFTAR dan kirim ke 4444.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Provinsi Riau, Yogi Getri mengatakan bahwa registrasi ini semata-mata demi keamanan dan pencegahan dari tindakan kejahatan melalui nomor telepon.

“Untuk keamanan. Kan dengan didaftarkan seperti ini, kasus kejahatan seperti mama minta pulsa sudah hilang,” kata Yogi kepada salisma.com.

“Jadi, patuhi saja,” demikian pesan Yogi. (*)