Senja Terakhir Sang Brigadir Mallaby

SALISMA.COM (SC),SURABAYA – A.W.S Mallaby tibanya di Surabaya dalam keadaan yang tidak menguntungkan. Sekutu sudah lebih dulu bersikap menantang para pejuang Indonesia, sehingga Mallaby dan pasukannya disambut dengan kecurigaan dan kemarahan. Kematian pun menunggu Mallaby. Kematian yang menjadi awal dari pertempuran Surabaya yang berdarah itu

Pasukan Sekutu datang ke Indonesia untuk melucuti tentara Jepang dan membebaskan orang-orang Eropa yang menjadi tawanan perang. Di antara tawanan-tawanan ini terdapat orang-orang Belanda juga. Sebelum tentara Sekutu datang, orang-orang Indonesia sudah mengambil alih senjata-senjata dari tentara Jepang. Hal ini yang tak disukai Sekutu yang hendak melucuti senjata Jepang. Mereka ingin semua senjata di tangan mereka, karena mereka datang sebagai pemenang perang.

Tentara sekutu di Surabaya adalah militer Inggris dari Brigade Infantri India 49 Maratha di bawah kepemimpinan Brigadir Mallaby. Pasukan ini berisikan orang-orang India dalam militer Inggris yang disebut Indian Army. Mereka tiba di Surabaya pada 25 Oktober 1945. Pasukan ini yang membuat pemuda Indonesia marah besar karena membebaskan orang-orang Belanda yang ditawan Jepang. Bahkan pemuda Indonesia juga dilucuti senjatanya.
(**).