oleh

Dwelling Time Entaskan Kemiskinan di Kepulauan

-News-248 views

SALISMA.COM (SC),PEKANBARU – Pemerintah diminta segera membenahi percepatan waktu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan sebagai upaya untuk mempercepat program pengentasan kemiskinan di daerah kepulauan.

“Persoalan selama ini di daerah kepulauan sulit maju akibat mahalnya barang-barang kebutuhan pokok diperoleh karena dwelling time di pelabuhan terlalu lama hingga berdampak barang menjadi mahal,” ujar Ekonom Universitas Andalas, Prof DR, Elfindri dihubungi dari Pekanbaru, Senin (27/03/2017).

Menurut dia, memang hingga saat ini perekonomian Indonesia masih terkendala oleh masalah logistik yang harus terus diperbaiki.

Elfindri mengatakan, kebijakan ini menjadi keharusan akan tetapi masalahnya ada pada ketersediaan fasilitas, SDM dan pemerintahan yang baik.

“Faktanya, setiap pembangunan pelabuhan belum transparan dan ada korupsi pada pembangunan sarana dan prasarana bongkar muat itu. Ini justru akan meningkatkan biaya dan waktu. Karenanya setiap pembangunan pelabuhan harus dilakukan secara transparan,” katanya.

Ia menilai setiap pembangunan pelabuhan di Indonesia belum diikuti dengan penelitian mendalam, padahal survei akan menguntungkan untuk mendapatkan data riil tentang berapa investasi yang dibutuhkan, peralatan dan waktu pembangunanya bisa dilakukan secara transparan.

Dampaknya dwelling time Indonesia 3 kali lebih lama dibandingkan dengan negara maju. Mirisnya angka inflasi mencapai 2,6 persen cukup tinggi di daerah kepulauan akibat pasokan barang kebutuhan pokok dan lainnya dari pelabuhan di daratan ke pulau Mentawai misalnya, tinggi. (*)