oleh

Musim Kemarau Awal Mei, Siaga Darurat Karhutla Riau Diperpanjang

-News-39 views

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Kendati dalam beberapa pekan terakhir intensitas hujan cukup tinggi di Riau, namun kebakaran hutan dan lahan tetap menjadi ancaman serius. Sebagai antisipasi kembali terjadi karlahut, Pemerintah Provinsi Riau memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan hingga November 2017.

Sebelumnya siaga darurat karlahut itu berakhir pada 30 April mendatang. “Sesuai arahan Gubernur, maka status karhutla kita perpanjang menjadi Siaga Darurat tahap II mulai 1 Mei hingga 30 November 2017,” ujar Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi saat Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kamis (27/04/2017).

Menurutnya hal ini merupakan salah satu tindakan pencegahan memasuki bulan kemarau dan el-nino pada pertengahan Mei mendatang. Bahkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa untuk tahun 2017, lahan yang terbakar ada seluas 302 hektare di Riau.

Dia juga menyebutkan seiring dengan perpanjangan status tersebut maka penunjukan satuan tugas juga diperpanjang. Bahkan Sekda meminta agar tim tetap memantau data-data dan juga titik api di lapangan.

“Semua pihak tetap siap siaga dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan, dan berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan preventif,” pintanya.

Ditempat yang sama, menurut laporan dari Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi menyatakan bahwa awal musim kemarau di Riau diprediksi berlangsung awal Mei hingga awal September 2017, dan ini diiringi dengan kondisi el-nino.

Slamet juga melaporkan bahwa siaga Karhutla diperpanjang karena sudah memasuki akhir musim hujan, dan bulan Mei masuk musim Kemarau dengan pola angin dari Selatan menuju Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan antara 10-20 kilometer per jam.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger menyebutkan bahwa pihaknya dan tim satgas akan meningkatkan pengawasan di posko dan patroli terpadu.

“Menurut perkiraan puncak kemarau pas di bulan Ramadhan, maka kita akan atur strategi lagi, yang pasti kita fokus tindakan pencegahan,” jelasnya. (*)