oleh

Petani Jeruk Keprok Siam di Inhil Terkendala Bibit

-News-201 views

SALISMA.COM (SC), TEMBILAHAN – Luasnya lahan pasang surut di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir menjadi potensi besar untuk mengembangkan tanaman jeruk Keprok Siam jenis peranakan Pontianak. Saat ini sudah terdapat 100 hektare lahan pasang surut yang ditanami jeruk tersebut.

Potensi ini lebih luas lagi ada ribuan hekatare lahan pasang surut yang menanti untuk diolah. Sebab lahan pasang surut Inhil dan  iklimnya sangat cocok untuk pengembangan bibit jeruk Keprok Siam sejenis jeruk Pontianak,” ujar Camat Tembilahan Kota RM Sudinoto, Minggu (07/05/2017).

Dia mengatakan, saat ini pengembangan pertanian jeruk Keprok Siam di Inhil masih dilakukan secara mandiri oleh para petani. Dengan luasan lahan terbatas antara 2-4 hektare per orang.

“Kini ada 100 petani Inhil yang sudah menanam di lahan rata-rata dua hektare. Jumlah ini masih jauh dari harapan,” bebernya.

Diakuinya pihak Pemkab Inhil sudah berupaya mengusulkan bantuan bibit jeruk untuk perluasan tanam di Inhil. Karena pengadaannya hanya di Kampar. Namun sejauh ini belum terakomodir.

“Kami sudah pernah minta bantuan bibit ke Provinsi Riau pada tahun 2016 namun tidak disetujui, kini diusulkan lagi 2017 semoga dapat perhatian,” harapnya.

Sementara itu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sekaligus petani jeruk Keprok Siam Inhil Yulizar mengakui, jika dikembangkan petanian ini bisa mengimbangi pendapatan ketimbang sawit. “Saya punya tanaman empat hektare kini sudah panen 10 ton per hektare,” tuturnya.

Diakuinya para petani memang saat ini masih terkendala bibit, sebab pengadaannya hanya ada di Kampar.

Mereka berharap ada bantuan kedepan agar bisa memperluas tanaman jeruk. Walau selama ini sudah ada namun masih sedikit. “Ketimbang menanam sawit, ini lebih menguntungkan,” tambahnya. (*)