oleh

Berkeliaran di Pemukiman Warga Inhil, Harimau Nyaris Terkam Warga

-News-38 views

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Seekor harimau berkeliaran di pemukiman warga Kanal 25 Kanan Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Hal ini membuat warga resah karena harimau itu bahkan sudah mengancam keselamatan warga setempat.

“Harimau diinformasikan masih berkeliaran di sekitar pemukiman penduduk. Bahkan nyaris memangsa warga meski akhirnya luput karena korban masih sempat menyelamatkan diri,” ujar Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Dolifar Manurung, Selasa (23/5/2017).

Dia mengatakan, pihaknya pihaknya menerima laporan keberadaan harimau tersebut dari warga pada Selasa pagi. Selanjutnya polisi berkoordinasi dengan BKSDA agar harimau yang sudah sangat meresahkan warga itu segera ditangkap dan diamankan.

“Kami menghimbau warga agar senantiasa waspada dan berhati-hati melakukan aktivitas di luar rumah,” imbuh Dolifar.

Dari keterangan warga, beberapa peristiwa warga nyaris menjadi mangsa keganasan harimau tersebut. Rumah Bahtiar dalam tiga hari belakangan kerap ditemui harimau. “Anaknya saya nyaris menjadi mangsa setelah sempat dikejar,” tutur Dolifar.

Lebih lanjut dia mengatakan, harimau juga pernah hampir memangsa warga bernama Arbain (45). Korban yang sedang mencari kayu sempat dicakar harimau namun berhasil meloloskan diri.

“Warga sudah menyadari bahwa harimau merupakan hewan langka dan dilindungi. Jadi warga tidak berani untuk menangkap langsung. Karena itu kita upayakan agar pihak berwenang untuk segara menangkap dan mengamankan harimau tersebut,” pungkas Dolifar.

Terkait laporan harimau liar yang berkeliaran di pemukiman warga di Kanal 25 Kanan Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Humas Balai Besar KSDA Provinsi Riau, Dian Indriati mengatakan pihaknya sudah turun melakukan pengecekan.

Dian mengkonfirmasi, harimau liar tersebut hanya lewat pemukiman warga kemudian masuk lagi ke hutan ke habitatnya. “Ada satu induk dengan dua anaknya. Hanya lewat saja kemudian kembali ke habitatnya,” terang Dian.

Dikatakanya, sejauh ini dari tim BBKSDA riau yang turun, tidak didapatkan informasi adanya ternak warga yang dimakan. “Tidak ada korban jiwa dan ternak yang dimakan harimau,” terang Dian.

Menurut Dian lokasi pemukiman warga yang dilewati harimau tersebut berada sangat jauh di areal konsensi kelapa sawit di Desa Pelangiran.

“Apabila kondisi terbaru seperti yang diberitakan, kami akan kembali mengambil langkah langkah bersama dengan pihak pihak terkait baik polres, perusahaan maupun aparat setempat,” pungkas Dian. (*)