SALISMA.COM (SC), SELATPANJANG – Kepala sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti diberi waktu selama enam bulan untuk memperlihatkan kinerja dalam memperbaiki dan mengurus semua hal di sekolah.
“Jika tidak bisa mengurus sekolah secara baik, bersiap untuk dicopot,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepulauan Meranti, Rosdaner, Senin (5/6/22017).
Dia mengingatkan kepala sekolah tak hanya bisa mengurusi seragam saat penerimaan murid baru. Namun kepala sekolah dituntut kreatif meningkatkan prestasi sekolahnya.
Menurut Rosdaner percuma bila kepala sekolah dipertahankan semenatara dia tidak layak untuk mengemban tugas.
“Saya tidak perlu menunggu selama itu, masih banyak guru-guru handal di Meranti yang laik untuk menjadi kepala sekolah. Kasihan mereka jika harus menunggu jabatan kepala sekolah berakhir,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, sejak dirinya diposisikan sebagai kadisdik, dirinya sudah banyak mengetahui tentang problematika pendidikan. Ia menyebut, saat ini ada beberapa hal yang kerap membuat gaduh dunia pendidikan di Meranti, yakni saat penerimaan siswa baru (PSB) dan penyebaran guru.
Pada saat PSB, kata dia, banyak pihak yang ingin memaksakan kehendak. Hingga berujung terbukanya ruang untuk melakukan perbuatan yang berpotensi melampaui kewenangan.”Di situlah terjadi pungutan liar, sehingga dikeluhkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Begitu juga dengan penyebaran guru. Rosdaner mengungkapkan, setelah diangkat menjadi PNS, guru kerap mengajukan pindah ke daerah yang dianggap lebih laik dan nyaman. Sehingga banyak sekolah di perdesaan yang kekurangan guru. (*)

