oleh

Perang “Cookie” Rusak Tim Piala Sudirman Denmark

-Olahraga-17 views

Persaingan dua perusahaan kue kering dari Denmark, Kjeldsen dan Danisa, memorak-porandakan kekuatan tim nasional bulu tangkis negara tersebut, termasuk tim Piala Sudirman yang akan berlangsung di Dongguan, China, 10-17 Mei.

Mathias Boe, Carsten Mogensen (ganda putra), Christinna Pedersen, Kamilla Rytter Juhl (ganda putri), dan Joachim Fischer Nielsen (ganda campuran) merupakan lima pemain kunci Denmark yang disponsori Kjeldsen.

Masalah muncul ketika Asosiasi Badminton Denmark berhasil mengikat kontrak dengan perusahaan cookie Danisa. Artinya, semua pemain nasional Denmark diwajibkan untuk memasang logo sponsor Danisa pada pakaian mereka. Kelima pemain tersebut menolak.

“Hari ini, Fischer, Christinna, Kamilla, Carsten, dan saya dikeluarkan dari pusat pelatihan nasional. Danisa saat ini menjadi sponsor tim Piala Sudirman Denmark. Kami sudah mengatakan kepada asosiasi bahwa dalam situasi tidak menguntungkan seperti ini, kami tidak bisa bermain dengan loga Danisa di kaus kami, tetapi harus bermain dengan kaus tanpa logo apa pun,” tulis Boe lewat akun Facebook miliknya pada 17 April lalu.

“Sebagai kompensasi, kami menawarkan banyak pilihan, mereka bisa menjual kami kepada sponsor lain, kamu bisa melakukan ekshibisi untuk mereka dengan gratis, bahkan kami menawarkan untuk membayar 50.000 krone Denmark (7.000 dollar AS). Mereka menolak semua tawaran. Mereka bukan hanya tidak memanggil kami untuk Piala Sudirman, tetapi juga mengeluarkan kami dari tim nasional. Mereka juga menarik semua dana untuk kami,” lanjut Boe.

Keputusan ini juga berarti bahwa kelima pemain tersebut tidak akan turun pada Kejuaraan Dunia di Jakarta (Agustus), serta Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

“Kami tidak tahu harus bagaimana karena tidak ada pemenang dalam situasi ekstrem seperti ini. Kami butuh mereka dan mereka butuh kami. Dalam 10 tahun terakhir, kami menang di olimpiade, kejuaraan dunia, dan kejuaraan Eropa, sehingga mereka mendapatkan dana untuk tim Denmark, dan kami mendapatkan pelatihan yang bagus, tetapi tidak pernah menerima satu krone pun sebagai bonus,” terang Boe.

Meski dihadapkan pada situasi sulit, Boe dan keempat pemain lainnya menyatakan tekad akan terus bermain dengan status sebagai pemain profesional.

Tanpa kelima pemain tersebut, Denmark nyaris tanpa senjata ampuh di Piala Sudirman. Kekuatan terbaik mereka adalah tunggal putra Jan O Jorgensen dan ganda putra Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding.