Wagubri: ASN Harus Malu Bawa Mobnas Liburan

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU РWakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengimbau kepada seluruh ASN yang hendak bepergian liburan Natal dan awal tahun untuk tidak menggunakan kendaraan dinasnya. Karena menurut Wan ada beban moral ketika kendaraan dinas dibawa untuk kepentingan pribadi.

“Sebenarnya cuti itu memang hak pegawai, tapi jangan lah pakai mobil dinas bawa keluarga keluar kota. Kali ini akan ada perhatian khsusus terhadap masalah yang seperti ini,” kata Wan Thamrin Hasyim usai memimpin apel pasukan persiapan Natal dan Tahun baru di halaman Kantor Gubernur Riau, Kamis (21/12).

Menurut Wan Thamrin Hasyim selama ini ada pandangan buruk dari masyarakat terhadap pejabat yang menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Ada banyak kasus mobil dinas dipergunakan hanya untuk kepentingan pribadi dan itu terpublis di sosial media.

“Tentu sebagai pimpinan saya merasa ada beban moral kalau ada pejabat yang bawa mobil dinas saat libur panjang. Karena kenderaan Dinas itu untuk urusan pekerjaan dan dinas. Tapi kalau untuk kepentingan pribadi jangan lah. Tak sedap dilihat masyarakat,” ujarnya.

Karena saat ini masyarakat sangat kritis apalagi di jaman IT sekarang ini semua masyarakat bisa menjadi penyampai informasi. Saat menemukan ada kenderaan Dinas di tempat liburan bisa saja terpantau dan diposting di Medsos.

“Yang malu kan kita juga sebagai keluarga besar Pemerintah Provinsi Riau. Tanggung jawab ada pada pimpinan, makanya jangan dibawa untuk kepentingan pribadi,” tegas Wan.

Jika ingin pergi berlibur juga keluar kota atau luar provinsi, Wagub meminta agar menggunakan kenderaan pribadi saja. Jika tidak memiliki kenderaan pribadi maka naik angkutan umum saja.

“Himbauan kami sebaiknya memang tidak membawa mobil dinas keluar kota. Kendaraan dinas itu dipakai untuk dinas, bukan untuk berleha-hela,” sambung Wan Thamrin.

Sedangkan untuk penindakan nantinya bagi yang tetap bandel melanggar aturan tersebut maka akan ada konsekuensi dari pihak Badan Kepegawai Daerah (BKD) dalam upaya penegakan disiplin pegawai. (*)