Nyawa Pengungsi Rohingya di Bangladesh Terancam Karena Perlindungan Bangunan tidak dirancang menahan Badai

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Nyawa pengungsi Rohingya di Bangladesh terancam karena perlindungan yang dibangun tidak dirancang untuk menahan badai. Sementara, pada bulan April hingga Juli, musim hujan mencapai puncaknya di Bangladesh.

“Ada 1 juta orang di pengungsian tersebut. Namun, pengungsian itu tidak dibangun untuk tahan terhadap badai. Akan ada kematian besar mengancam. Sekarang kami seolah berpacu dengan waktu (menanggulangi hal tersebut),” terang Kepala Sekretariat Badan penasihat antarbangsa Myanmar urusan Rohingya, Kobsak Chutikul, Selasa 3 April 2018 sebagaimana dilansir republika.co.id.

Organisasi kemanusian menyebutkan ada 700 ribu orang pengungsi dari Myanmar akibat kekerasan sejak Agustus tahun lalu. Sebagian besar pengungsi ini tinggal di penampungan sementara yang terbuat dari bambu dan plastik.

Sebagaimana diketahui, ratusan ribu penduduk Rohingya mengungsi sejak terjadi kekerasan oleh tentara Myanmar pada Agustus tahun lalu. Pemerintah Myanmar berdalih bahwa mereka melakukan operasi sah untuk memerangi teroris. (*)