SALISMA.COM, PEKANBARU – Sebuah kegiatan edukatif bertema “Stop Bullying” digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKN MBKM) Sri Meranti, FISIP Universitas Riau, di SDN 166 Pekanbaru. Acaranya bukan sekadar ceramah serius yang bikin ngantuk. Anak-anak diajak belajar soal empati dan pentingnya saling menghargai lewat diskusi santai, nonton film pendek, dan sesi menuliskan harapan di media “Pohon Harapan”.
Program ini digelar untuk menumbuhkan kesadaran siswa agar berani menolak intimidasi dalam bentuk fisik, verbal, maupun sosial di lingkungan sekolah. Kegiatan dibuka dengan pre-test untuk mengukur pemahaman siswa tentang bullying, lalu dilanjutkan penyampaian materi interaktif yang dikemas fun dan relatable.
“Kami ingin anak-anak paham bahwa setiap kata dan tindakan punya dampak. Dengan belajar memahami dan berempati, mereka bisa jadi teman yang lebih baik dan menciptakan suasana sekolah yang nyaman untuk semua,” ujar Najwa Ramadhani, mahasiswa KKN MBKM FISIP Universitas Riau yang terlibat dalam program ini.
Respons siswa? Antusias banget. Banyak yang aktif bertanya, berbagi pengalaman, dan ikut berdiskusi. Setelah penyampaian materi, siswa kembali ikut post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman soal bullying dan cara mencegahnya.
Yang bikin makin hangat, siswa juga menuliskan komitmen anti-bullying mereka di kertas kecil lalu ditempel di “Pohon Harapan”. Hasil karya itu dipajang di mading sekolah sebagai pengingat bersama.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan seperti ini bisa menanamkan nilai empati, toleransi, dan persahabatan sejak dini, sekaligus mendukung pendidikan karakter di sekolah. Dengan begitu, lingkungan belajar jadi lebih aman dan nyaman bagi semua siswa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN MBKM Universitas Riau yang mendorong mahasiswa terjun langsung memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam isu pendidikan dan sosial. (rls)

