oleh

Guru Kunci Kemajuan Pendidikan, Disdik Jabar Rayakan HGN 2025 dengan Penghargaan untuk 33 GTK Berprestasi

SALISMA.COM, BANDUNG — Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 tingkat Jawa Barat digelar di halaman kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Jalan Dr. Rajiman, Kota Bandung, Selasa (25/11/2025). Kegiatan berlangsung khidmat dengan melibatkan para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dari berbagai daerah.

Dalam pidatonya, Kepala Disdik Jabar Purwanto menegaskan bahwa guru merupakan kunci utama kemajuan pendidikan.

“Guru mesti terus tumbuh dan berkembang, mampu meningkatkan kapasitas kompetensi diri. Karena kita sadar bahwa guru adalah kunci kemajuan pendidikan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Disdik Jabar.

Purwanto menekankan pentingnya karakter Gapura Panca Waluya yang harus tercermin dalam diri seluruh guru di Jabar.

“Guru hebat adalah guru yang cageur, bageur, bener, pinter, tur singer. Ini semua harus menjadi tujuan dan orientasi pendidikan di Jabar,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa paradigma pembelajaran nasional kini telah berubah sehingga guru dituntut lebih kolaboratif.

“Mari jalankan kerja sama dan bangun komunikasi antara guru dengan orang tua, masyarakat, komunitas, media, dan lembaga masyarakat untuk berorientasi bersama dalam membangun negara,” kata Purwanto.

Purwanto juga mengingatkan seluruh kepala sekolah dan guru untuk terus mengamalkan 9 Langkah Membangun Jawa Barat Istimewa, sebagaimana amanat Gubernur Jabar.

33 Guru dan Tenaga Kependidikan Terima Penghargaan

Pada peringatan HGN tahun ini, Disdik Jabar menganugerahkan penghargaan kepada 33 guru dan tenaga kependidikan berprestasi yang dinilai inovatif di berbagai bidang.

Menariknya, Eka Novianto, guru dari SMAN 6 Cirebon, bertugas sebagai Pemimpin Upacara HGN 2025. Ia menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Disdik Jabar.

“Ini akan menjadi motivasi bagi para guru untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa profesi guru adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Kami memiliki amanah luar biasa untuk mewujudkan pendidikan Jabar yang Panca Waluya. Menjadi guru adalah panggilan jiwa dan suatu kebanggaan, karena bangsa yang besar terlihat dari guru yang hebat. Setiap orang hebat lahir berkat peran guru,” tutur Eka.***