SALISMA.COM – Penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memperoleh kesempatan yang setara, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan sosial. Stigma yang melekat sering kali menjadi penghambat utama.
PT Patra Drilling Contractor (PDC) menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan ruang yang lebih inklusif.
Corporate Secretary PDC, Ani Aryani, mengatakan bahwa program yang dijalankan perusahaan dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan.
“Bukan sekadar donasi, setelah melalui kajian social mapping, perusahaan melihat program yang tepat untuk masyarakat dengan disabilitas adalah yang mampu menciptakan inklusi sosial, kemandirian ekonomi, dan keberlanjutan,” jelasnya.
Menurutnya, peluang bagi penyandang disabilitas perlu terus dibuka agar mereka dapat berperan aktif di masyarakat.
Dalam tiga tahun terakhir, PDC memperluas programnya melalui berbagai inisiatif. Salah satunya adalah pelatihan dan fasilitasi SIM D yang dilaksanakan pada 2023 untuk mendukung peluang kerja di sektor transportasi berbasis aplikasi.
Program pemberdayaan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan tata boga khusus disabilitas di Rokan Hilir dan Jakarta Timur. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung selama sepuluh hari di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD).
Peserta dibekali berbagai keterampilan, mulai dari teknik memasak, pengolahan makanan, hingga dasar kewirausahaan yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha.
Program yang telah menjangkau 51 peserta ini mulai menunjukkan hasil nyata.
Salah satu contohnya adalah Muhammad Haekal Senchaki (20), yang kini sukses menjalankan usaha “Chaki Pizza” setelah mengikuti pelatihan pada 2025. Ia mampu memproduksi dan memasarkan produknya secara mandiri.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa dukungan yang tepat dapat membantu penyandang disabilitas untuk berkembang dan mandiri.
Ke depan, PDC berharap program ini dapat terus memberikan dampak luas, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan bebas stigma.***

