SALISMA.COM, BENGKALIS – Pemulihan lingkungan menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Hal tersebut diwujudkan PT Sakato Pratama Makmur (SPM) melalui penanaman 58.100 bibit pohon di kawasan konservasi perusahaan yang terdampak kebakaran di Dusun Air Raja, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026) tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi kawasan konservasi pascakebakaran. Selain memperbaiki tutupan vegetasi, program ini diarahkan untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan dan meningkatkan kemampuan lingkungan dalam menyerap karbon.
Direktur PT SPM Bagyo Raharjo menyampaikan bahwa keberlanjutan lingkungan menjadi bagian penting dalam kegiatan perusahaan.
“Hari ini bukan sekadar kegiatan penanaman pohon. Hari ini adalah wujud nyata komitmen PT Sakato Pratama Makmur untuk menghijaukan dan memulihkan ekosistem yang pernah mengalami gangguan akibat kebakaran agar tetap terjaga. sekaligus investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang. Kami berkomitmen memastikan seluruh bibit yang ditanam akan kami pantau dan akan memperoleh pemeliharaan secara berkelanjutan hingga mampu tumbuh menjadi tegakan hutan yang sehat. Kami juga akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kawasan konservasi dari ancaman kebakaran dengan mendirikan posko-posko disekitar kawasan ini untuk menekan angka kebakaran maupun kerusakan lainnya, yang masing-masing anggota posko terdiri dari berbagai elemen, termasuk MPA dan Tokoh masyarakat.”
Bibit yang ditanam berasal dari berbagai jenis tanaman hutan yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan gambut dan hutan dataran rendah. Di antaranya Meranti, Jelutung, Geronggang, Pulai Rawa, Tampui, Balam, Pasir-pasir, Kelat, dan Kelumpang.
Pemilihan jenis tanaman tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan keanekaragaman hayati, memperbaiki fungsi hidrologis kawasan, sekaligus memperkuat kapasitas ekosistem dalam menyimpan karbon.
Dari sisi pemerintah daerah, rehabilitasi tersebut dinilai sejalan dengan upaya menjaga sumber daya alam dan mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan.
“Pemerintah Kecamatan Bandar Laksamana memberikan penghargaan dan mengucapkan terima kasih kepada PT Sakato Pratama Makmur atas kepedulian dan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan. Rehabilitasi kawasan konservasi pasca kebakaran ini merupakan langkah strategis dalam mengembalikan fungsi ekologis hutan sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim, perlindungan sumber daya alam, dan pembangunan berkelanjutan.”
Camat Bandar Laksamana dalam hal ini diwakili Bagian Pemerintahan Muhammad Faizal. Sementara itu, unsur kepolisian juga menyatakan dukungan terhadap upaya pemulihan kawasan.
“Kami mengapresiasi dan berterimakasih atas inisiatif PT Sakato Pratama Makmur yang melakukan rehabilitasi pascakebakaran,mari kita untuk saling menjaga dan mengingatkan kembali masyarakat kiat, mari kita jaga lingkungan kita supaya Indah dan lestari. Alam akan menyayangi kita kalau kita menyayangi alam.
Kepolisian akan terus mendukung upaya penghijauan kembali kawasan yang bekas terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan melalui patroli.”
Program rehabilitasi tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah, aparat keamanan, KPH Bengkalis, Polhut, perangkat desa, masyarakat, tokoh masyarakat, relawan, mahasiswa, mitra perusahaan, serta karyawan PT SPM.
Pelibatan banyak pihak diharapkan dapat memperkuat rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan konservasi. Sebab, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga kemampuan seluruh pihak dalam menjaga tanaman hingga tumbuh dan membentuk kembali ekosistem.
PT SPM selanjutnya akan melakukan pemeliharaan, penyulaman, pemantauan pertumbuhan, dan pengendalian gulma. Upaya perlindungan kawasan dari gangguan serta pencegahan kebakaran juga akan diperkuat.
Melalui langkah tersebut, perusahaan berharap kawasan konservasi dapat kembali menjadi habitat bagi flora dan fauna, meningkatkan serapan karbon, mengurangi risiko degradasi lahan, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim.
Ke depan, evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan tingkat keberhasilan rehabilitasi. PT SPM juga akan melanjutkan sinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, dan akademisi dalam menjaga keberlanjutan kawasan konservasi.***

