SALISMA.COM, PERAWANG – PT Arara Abadi bersama mitra unit usaha APP Group terus memperkuat sistem perlindungan kawasan hutan di Provinsi Riau. Sebanyak 34 Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi dibangun dan ditempatkan di berbagai lokasi strategis di wilayah operasional perusahaan.
Pembangunan pos tersebut dirancang sebagai bagian dari sistem perlindungan terpadu. Tidak hanya berfungsi sebagai titik pengawasan, pos juga menjadi pusat koordinasi patroli, pengendalian akses, deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi kebakaran.
Sistem tersebut terintegrasi dengan Control Center yang berada di masing-masing distrik operasional dan Situation Room Fire Operational Management (FOM) PT Arara Abadi di Perawang.
Keterhubungan antarpos dengan pusat pengendalian memungkinkan informasi kondisi lapangan diterima secara cepat. Dengan demikian, potensi kebakaran maupun gangguan kawasan dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas wilayah.
Fire Operational Management (FOM) Head Richard Sudinardo menyampaikan bahwa sistem perlindungan kawasan harus dibangun secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak.
“Perlindungan kawasan konsesi merupakan tanggung jawab yang kami jalankan secara konsisten. Pembangunan 34 Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi ini menjadi bagian dari sistem pengamanan terpadu perusahaan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, meningkatkan pengawasan terhadap akses keluar masuk kawasan, serta memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan aparat dalam menjaga kelestarian hutan. Selama ini Perusahaan punya komitmen sejauh 5km dari batas luar konsesi jika terjadi Karhutla, perusahaan akan bekerja sama dengan berbagai pihak eksternal untuk ikut membantu memadakan Karhutla tersebut. Kami percaya bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pihak dengan mengedepankan langkah-langkah preventif (pencegahan) sedari awal yang berkelanjutan.”
Selain memperkuat sistem pemantauan, perusahaan juga menyiapkan dukungan sarana pemadaman dan armada udara.
Richard menambahkan:
“Perusahaan terus mengembangkan sistem pengelolaan kebakaran berbasis teknologi, penguatan sumber daya manusia, peningakatan peralatan termasuk menyediakan 3 unit helicopter yaitu; 2 unit Helicopter waterbombing dengan kapasitas Bambi Bucket 5000 Liter serta 1 Unit Helicopter untuk Logistik dan Personil Jenis Bell 412 yang juga bisa digunakan untuk water bombing dengan kapasitas Bambi Bucket 2000 liter, dan dalam waktu dekat kita akan menambag 2 unit Jenis Bell yang akan kita tempatkan di Bagian utara, tengah dan selatan, kita juga lakukan peningkatan kapasitas personel lapangan yang tersertifikasi pemadam kebakaran dari Badan resmi, serta kolaborasi aktif dengan pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.”
Di tingkat lapangan, Koordinator TRC/RPK PT Arara Abadi, Sutrisno, menyebut keberadaan pos memperkuat kemampuan personel dalam melakukan pencegahan dan penanganan awal.
“Dengan adanya Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi, personel dapat melakukan patroli lebih intensif, memantau setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan. Pos ini juga mempercepat respons apabila ditemukan titik panas (Hot Spot) maupun titik api (Fire Spot) ataupun indikasi kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api berkembang lebih luas.”
Melalui sistem yang terintegrasi tersebut, PT Arara Abadi berupaya memperkuat langkah pencegahan sebelum kebakaran terjadi. Pendekatan ini dilengkapi dengan penerapan kebijakan zero burning dan kolaborasi bersama masyarakat serta pemangku kepentingan.
Dengan pembangunan 34 Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi, perusahaan menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan kawasan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla, serta mendukung pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.***

