oleh

Taiwan Beats Perluas Peluang Musisi Indonesia ke Pasar Global

SALISMA.COM – Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong musisi Indonesia ke pasar global melalui penguatan kolaborasi dengan industri musik Taiwan dalam program Taiwan Beats in Jakarta. Program tersebut mempertemukan pelaku industri kedua pihak untuk membuka pertukaran talenta, pengembangan karya hingga peluang memperluas akses ke audiens internasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan pentingnya kolaborasi tersebut ketika menghadiri Seminar Taiwan Beats in Jakarta di MINQ Jakarta, Senin (24/8/2026). Menurut Irene, musik dapat menjadi medium yang menghubungkan masyarakat dan budaya sekaligus memperkuat hubungan melalui sektor ekonomi kreatif.

Indonesia memiliki modal berupa kekayaan talenta, keberagaman subsektor musik serta komunitas kreatif yang terus berkembang. Di sisi lain, Taiwan memiliki ekosistem kreatif yang dinamis dan pengalaman dalam pengembangan industri budaya, sehingga pertemuan kedua ekosistem dinilai membuka ruang bagi terciptanya kolaborasi baru.

Irene menilai pertukaran talenta tidak berhenti pada aktivitas pertunjukan. Interaksi antara pelaku industri Indonesia dan Taiwan dapat berkembang menjadi pengembangan karya bersama sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi musisi dan pelaku ekonomi kreatif yang terlibat.

Taiwan Beats sendiri diinisiasi Bureau of Audiovisual and Music Industry Development (BAMID) di bawah Kementerian Kebudayaan Taiwan. Program tersebut dikembangkan bersama Taiwan Creative Content Agency (TAICCA) dan menggelar rangkaian kegiatan di Indonesia pada 21–25 Agustus 2026 di Jakarta dan Bali.

Rangkaian Taiwan Beats tidak hanya diisi pertunjukan musik. Agenda yang disiapkan mencakup pertukaran industri, seminar, business matching, kunjungan industri dan showcase musik yang memungkinkan para pelaku usaha serta talenta dari kedua pihak membangun jaringan secara langsung.

Sekitar 50 delegasi dari industri musik Taiwan terlibat dalam kegiatan networking dan business matching selama program berlangsung. Pertemuan bisnis tersebut diarahkan untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama sekaligus membuka akses bagi pelaku industri Taiwan ke pasar Indonesia.

Program Taiwan Beats juga berkolaborasi dengan LaLaLa Fest 2026. Kolaborasi ini memperluas fungsi festival dari panggung pertunjukan menjadi platform business-to-business (B2B), sehingga festival dapat mempertemukan musisi dengan promotor, penyelenggara acara dan berbagai pelaku industri lainnya.

Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong festival musik memiliki dampak yang lebih luas bagi ekosistem kreatif. Selain menjadi ruang promosi karya dan pertukaran talenta, festival diarahkan untuk mendukung pembentukan jejaring bisnis serta pengembangan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP).

Melalui pertemuan pelaku industri dari Indonesia dan Taiwan tersebut, peluang kerja sama tidak hanya terbuka pada pertunjukan musik. Kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan karya serta perluasan jaringan yang dapat membawa musisi dan produk kreatif Indonesia menjangkau pasar internasional.