Pemerintah menyiapkan sejumlah program tenaga kerja untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, mulai dari pemagangan bagi fresh graduate, pendidikan vokasi untuk lulusan sekolah menengah kejuruan, hingga pelatihan ulang bagi pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menghadapi perkembangan teknologi sekaligus menyesuaikan keterampilan tenaga kerja dengan perubahan kebutuhan industri.
Salah satu program yang dipersiapkan ialah pemagangan selama enam bulan bagi 120 ribu hingga 150 ribu lulusan baru. Melalui program tersebut, fresh graduate akan mendapatkan kesempatan memperoleh pengalaman kerja secara langsung di lingkungan industri.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,14 triliun untuk mendukung pelaksanaan program magang tersebut. Anggaran itu antara lain digunakan untuk membayar upah peserta selama mengikuti kegiatan pemagangan di industri. Sumber fakta
Selain menyasar lulusan perguruan tinggi, pemerintah menyiapkan program vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK. Program yang didukung anggaran Rp2,12 triliun tersebut ditujukan untuk membantu lulusan pendidikan kejuruan memasuki dunia industri dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja.
Pekerja yang kehilangan pekerjaan juga masuk dalam sasaran kebijakan pengembangan tenaga kerja. Pemerintah menyiapkan program pelatihan ulang atau retraining untuk membantu masyarakat terdampak PHK memperoleh keterampilan baru yang dibutuhkan di dalam negeri maupun untuk menjajaki peluang kerja di luar negeri.
Airlangga menilai peningkatan kualitas tenaga kerja semakin mendesak seiring berkembangnya kecerdasan artifisial atau AI. Teknologi itu diperkirakan membawa perubahan besar dalam berbagai sektor ekonomi setelah perkembangan industri 4.0.
“AI ini adalah salah satu revolusi industri ke depan. Sesudah industri 4.0 dia lari ke AI dan AI aplikasinya sangat luar biasa di berbagai sektor. Jadi ini beberapa game changer yang ada ke depan,” ujar Airlangga dalam keterangannya pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Pemerintah juga memperkuat kemampuan tenaga kerja pada sektor semikonduktor melalui kerja sama dengan Arm Limited, perusahaan yang bergerak dalam bidang desain semikonduktor. Sebanyak 15 ribu peserta ditargetkan mengikuti pelatihan agar memiliki kemampuan untuk memasuki ekosistem industri tersebut. Kerja sama pengembangan talenta semikonduktor ini sebelumnya juga dijelaskan dalam keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan peningkatan kapasitas SDM harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan mengikuti perkembangan ekonomi. Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dibutuhkan agar kompetensi lulusan tetap berhubungan dengan transformasi industri dan kebutuhan dunia kerja.
“Penguatan SDM harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan dunia industri. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan, tetapi juga perlu memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang,” kata Haryo.

