oleh

Kejar Target Zero Anak Putus Sekolah, Pemko Pekanbaru Dapat Apresiasi KompasTV

SALISMA.COM, PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperkuat berbagai langkah untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Komitmen tersebut mendapat pengakuan melalui penghargaan KompasTV kategori Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan 2026 yang diberikan kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

Penghargaan tersebut diterima Pemko Pekanbaru dalam puncak HUT ke-15 KompasTV di Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam. Asisten II Setdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut hadir mewakili Wali Kota Agung Nugroho untuk menerima penghargaan yang diserahkan langsung Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.

Turut mendampingi Ingot dalam agenda tersebut Kepala Diskominfotiksan Kota Pekanbaru Ardiansyah Eka Putra dan Sekretaris Diskominfotiksan Kota Pekanbaru Tengku Aznom Zaifani.

Ingot mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen Pemko Pekanbaru dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan sarana dan prasarana sekolah.

Ia berharap penghargaan itu tidak berhenti sebagai pencapaian, tetapi menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat program pendidikan.

“Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen membangun sumber daya manusia dengan mempermudah akses pendidikan dan memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah,” ujar Ingot usai menerima penghargaan.

Salah satu program yang menjadi perhatian Pemko Pekanbaru adalah penanganan anak-anak yang tidak sekolah atau pernah putus sekolah. Pemerintah melakukan pendataan untuk mengetahui keberadaan mereka, kemudian memberikan pendampingan agar dapat kembali masuk ke dunia pendidikan.

“Anak-anak tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Kita sekolahkan kembali mereka. Pemko juga memberikan seragam sekolah gratis kepada siswa SD dan SMP untuk membantu meringankan beban orang tua,” jelasnya.

Tak hanya memastikan anak kembali bersekolah, Pemko Pekanbaru juga berupaya mengatasi persoalan administrasi pendidikan yang dapat menghambat masa depan anak. Salah satunya menyangkut ijazah siswa dari keluarga kurang mampu yang masih tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan.

Untuk persoalan tersebut, pemerintah kota siap membantu memfasilitasi penyelesaian tunggakan, termasuk membantu menebus ijazah di sekolah swasta maupun pondok pesantren. Langkah itu dilakukan agar ijazah dapat segera dimiliki dan dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.

Penanganan anak tidak sekolah juga dilakukan dengan pendekatan hingga tingkat kelurahan. Kader PKK bersama perangkat wilayah dilibatkan dalam proses penjaringan agar anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan dapat segera teridentifikasi.

Sementara itu, warga yang mengalami persoalan terkait ijazah dapat menyampaikannya melalui kecamatan sehingga pemerintah dapat segera melakukan tindak lanjut.

Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk mencapai target zero anak putus sekolah di Kota Pekanbaru. Di sisi lain, Pemko Pekanbaru tetap melanjutkan pembenahan fasilitas pendidikan secara bertahap melalui dukungan APBD serta sinergi program dengan pemerintah pusat.

Penghargaan KompasTV menjadi tambahan motivasi bagi Pemko Pekanbaru untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sehingga seluruh anak di Kota Pekanbaru memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.***