oleh

Kabut Asap Menyelimuti Sialang Rampai, Listrik Padam Picu Keluhan Warga Kulim

SALISMA.COM, PEKANBARU — Pemadaman listrik yang terjadi di RW 02, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, menambah keresahan warga yang tengah menghadapi kabut asap tebal.

Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat lantaran aliran listrik terputus saat asap masih menyelimuti kawasan permukiman, meski tidak terlihat angin kencang maupun hujan.

Terputusnya pasokan listrik membuat warga kesulitan menjaga kenyamanan di dalam rumah. Kipas angin dan pendingin ruangan (AC) yang biasanya digunakan untuk membantu sirkulasi udara tidak dapat dioperasikan, sementara kabut asap masih mengganggu lingkungan tempat tinggal mereka.

Salah seorang warga, Rahmat Handayani, menyampaikan kekecewaannya atas belum pulihnya aliran listrik di wilayah tersebut. Ia mengaku warga telah menanyakan kondisi itu kepada petugas PLN wilayah Kota Timur, tetapi masyarakat masih menantikan kepastian penanganan gangguan.

Rahmat berharap PLN segera menurunkan petugas yang memadai ke lokasi agar pemeriksaan jaringan dan proses pemulihan listrik dapat dilakukan secepatnya.

“Ada apa ini? Mengapa listrik padam tanpa adanya gangguan angin maupun hujan?” tegas Rahmat saat menyampaikan keluhannya, Minggu (18/10/2026).

Menurut Rahmat, pemadaman listrik dalam situasi tersebut bukan hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga menambah beban warga yang harus menghadapi kondisi udara berasap. Kebutuhan listrik menjadi semakin penting karena masyarakat memerlukan kenyamanan di dalam rumah, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak.

Ia menjelaskan, asap dari luar dapat masuk ke dalam rumah ketika jendela dibuka. Namun, saat jendela ditutup, warga tidak dapat mengandalkan kipas angin maupun AC karena aliran listrik sedang terputus.

“Kami jelas merasa tidak nyaman dengan kondisi listrik yang padam seperti ini. Anak-anak kami ikut terdampak karena asap masuk ke dalam rumah. Ketika jendela dibuka, asap dari luar langsung masuk, sementara kipas angin dan AC tidak bisa digunakan karena listrik padam,” ujarnya.

Rahmat mengatakan, pihak PLN sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Meski demikian, ia menilai warga membutuhkan penjelasan yang lebih terperinci mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan yang sedang dilakukan, serta perkiraan waktu listrik kembali normal.

Ia meminta PLN tidak hanya merespons keluhan masyarakat, tetapi juga memastikan pemeriksaan jaringan dilakukan secara menyeluruh agar penyebab pemadaman dapat diketahui dan penanganannya berjalan efektif.

“Jangan biarkan masyarakat terlalu lama berada dalam kondisi seperti ini. Kami meminta PLN segera memulihkan pasokan listrik di wilayah Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim. Di tengah kabut asap yang tebal, listrik sangat dibutuhkan warga untuk menunjang aktivitas dan kenyamanan keluarga di rumah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rahmat berharap kondisi yang dialami warga Sialang Rampai mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Menurutnya, masyarakat saat ini harus menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni kabut asap yang mengganggu kenyamanan di lingkungan permukiman dan pemadaman listrik yang membatasi penggunaan peralatan rumah tangga.

Hingga berita ini disusun, berdasarkan informasi yang disampaikan warga, pasokan listrik di lokasi tersebut masih belum kembali normal. Penyebab gangguan serta waktu pemulihan belum dapat dipastikan.

Konfirmasi dari pihak PLN masih diperlukan untuk mendapatkan penjelasan resmi mengenai penyebab pemadaman dan upaya penanganan yang dilakukan. ***