Mengistirahatkan Otak Sebentar Bisa Mempertajam Ingatan

SALISMA.COM (SC) – Apa yang kamu lakukan ketika sedang jenuh belajar atau mengerjakan pekerjan yang menguras pikiran?

Beberapa orang mungkin memilih untuk meneruskan pekerjaan mereka hingga selesai dan menunda istirahat. Meski tampaknya sepele, istirahat yang cukup ternyata bisa membantu kemampuan otak dan mempertajam ingatan. Benarkah demikian?

Belajar, membaca buku, maupun bekerja bisa dengan mudah membuat kita lelah. Nah, demi menghindari stres, coba luangkan waktu sejenak untuk menenangkan tubuh dan pikiran sebelum mulai beraktivitas kembali.

Saat mengistirahatkan tubuh, misalnya dengan tidur sebentar, secara tidak langsung kita bisa mencegah penurunan daya ingat. Bahkan istirahat sebentar di sela-sela pekerjaan bisa memicu pembentukan memori baru di otak.

Tak hanya itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa selama seseorang tertidur, sinapsis atau titik temu yang menghubungkan antar sel saraf satu dan lainnya akan ikut “istirahat” hingga berangsur-angsur semakin rileks. Hal ini yang kemudian akan mempertahankan fungsi kognitif dan neuroplastisitas otak, yakni kemampuan sel saraf di otak untuk beradaptasi dengan baik sesuai keadaan.

Sebaliknya, jika kualitas tidur atau istirahat kita kurang optimal, sinapsis menjadi kaku sehingga menghambat proses penerimaan informasi baru dalam jangka panjang. Istirahat bukan cuma dari tidur saja Sebenarnya, bukan hanya tidur yang bisa bantu kita mendapatkan istirahat yang cukup.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Michael Craig dan Michaela Dewar, dari Heriot-Watt University in Edinburgh, menemukan bahwa sistem yang mengatur memori, akan memperkuat memori yang telah melemah dengan cara mengaktifkannya kembali. Proses ini yang akan meningkatkan kemampuan otak dalam mencerna sekaligus mengingat hal-hal baru.

Penelitian yang diterbitkan dalam Nature Scientific Reports ini, merancang sebuah tes memori guna menilai kemampuan dalam mempertahankan ingatan. Ada 60 partisipan yang terdiri dari pria dan wanita dengan rata-rata usia 21 tahun. Para peserta diminta untuk membedakan foto lama dan foto baru yang serupa. Jika kemampuan kognitif masih berfungsi baik, maka para peserta akan mengatakan kalau kedua foto tersebut mirip atau cenderung sama.

Kebalikannya, bila daya ingatnya tidak terlalu tajam, maka peserta akan mengira bahwa itu adalah dua foto yang berbeda. Uniknya, pemulihan kembali kemampuan otak ini tidak hanya berlangsung saat kita tertidur lelap saja, melainkan juga bisa terjadi bahkan saat meluangkan waktu singkat (sekitar 10 menit) untuk beristirahat sampai pikiran kembali pulih. Yang penting biarkan tubuh dalam keadaan yang benar-benar nyaman dan rileks.

Hal menarik ini juga terbukti dalam penelitian, bahwa para peserta yang mencuri waktu untuk beristirahat di sela-sela tes, menjalani tes dengan lebih teliti dan memiliki hasil tes yang lebih baik dibandingkan peserta yang tidak beristirahat sama sekali.

Singkatnya, istirahat yang cukup, entah sekadar memejamkan mata sejenak atau menjauhkan diri dari pekerjaan, bisa membantu tubuh dan pikiran untuk lebih rileks. Di sisi lain, istirahat yang tenang diyakini mampu meningkatkan kemampuan otak dan mempertajam ingatan.

Hindari terlalu memforsir kerja otak Menurut Benedict Carey, penulis buku How We Learn: The Surprising Truth About When, Where, and Why It Happens, nyatanya otak manusia bisa benar-benar menyerap suatu informasi jauh lebih baik ketika proses mencerna informasi tersebut dipisah dalam selang waktu tertentu.

Itu sebabnya, kita dianjurkan untuk meluangkan waktu sejenak untuk istirahat menenangkan tubuh serta pikiran, daripada terus-menerus memforsir kerja otak selama belajar ataupun bekerja. Caranya pun tidak sulit, kita bisa mengubah posisi belajar ataupun menyelinginya dengan bermain game – asal tidak sampai keterusan. Sebab, di saat ini jaringan-jaringan saraf pada otak akan saling berhubungan dan kemudian menumbuhkan ingatan baru yang lebih kuat. (KOMPAS)