Dari Jualan Madu Sampai ke Sapu Lidi, Wardi Betah Jualan di Trotoar

SALISMA.COM (SC) – Tanpa ada teguran Wardi dengan ramah menjajakan sapu lidi dagangan kepada siapa saja yang mampir ke lapaknya di Jalan Ronggowarsito, Pekanbaru, Riau.

Tanpa bayar lapak, Wardi yang dulunya menjual madu ini kini beralih menjual sapu dan tirai. Dia mulai menjajakan dagangannya dari pagi hingga sore hari.

“Dulu sewaktu saya jualan madu itu merupakan pendapatan yang sangat besar, karena harga madu yang begitu mahal. Namun saya lumpuh, mungkin karena madu yang saya jual tidak barkah,” imbuh pria yang kini berusia 43 tahun itu, Rabu (19/9/2018).

Pria asal Meninjau Sumatra Barat ini mengaku telah lama menetap di Pekanbaru. Barang yang ia jual berkisar Rp 15.000 – Rp 250.000 dan masih bisa ditawar lagi.

“Rata-rata dalam satu hari 3 sampai 4 sapu lidi terjual. Tapi kalau melihat keadaan sepi jam empat sore (16.00 WIB), saya pergi ke Harapan Raya,” tambahnya.

Sementara itu, saat salisma.com bertanya pada Seno, salah seorang konsumen yang datang, dia mengaku lebih senang belanja di pinggir jalan karena lebih mudah dan tidak perlu turun dari kendaraan.

“Belanja di tepi jalan itu tidak ribet kita tidak perlu lagi turun dari kendaraan,” kata Seno, seorang warga saat membeli sapu lidi lapak Wardi. (Smg1)