Gubernur Riau Keluarkan Surat Edaran Agar Masyarakat Tak Rayakan Malam Tahun Baru dengan Pesta Kembang Api dan Terompet

SALISMA.COM (SC) – Gubenrnur Riau sudah mengeluarkan edaran yang mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak mengisi malam pergantian tahun dengan kembang api, pesta dan meniup terompet.

Di tengah situasi berduka akibat banyaknya musibah bencana alam yang melanda tanah air beberapa waktu belakangan, seperti tsunami dan gempa yang menelan puluhan ribu korban jiwa, Wan Thamrin Hasyim berkeinginan mengajak masyarakat untuk merenungi kesalahan dan sebagai ajang evaluasi diri terhadap apa yang sudah dilakukan selama 2018.

“Jangan lagi ada pesta, kembang api, dan terompet, di tengah kondisi negara kita seperti ini. Kita menikmati malam tahun baru dengan pesta, sedangkan saudara-saudara kita di Banten dan Lampung menikmati malam pergantian tahun di pengungsian. Ayolah sama-sama kita isi malam pergantian tahun ini dengan muhasabah. Mengoreksi kembali apa kesalahan yang harus kita perbaiki di sisa kehidupan kita kedepan,” ungkapnya, Senin, 31 Desember 2018 di Pekanbaru.

Sebelumnya, Wan Thamrin Hasyim menandatangani Surat Edaran per tanggal 28 Desember 2018 dengan Nomor: 210/SE/2018. Dalam surat itu Wan Thamrin begitu mencermati soal musibah bencana alam yang belakangan melanda Tanah Air. Demi ketentraman dan ketertiban di tengah masyarakat, himbauan diberikan kepada seluruh ASN dan THL di lingkungan OPD masing-masing, termasuk perguruan tinggi, Ormas, Organisasi Winita, dan paguyuban-paguyuban di Riau.

Semunya dihimbau untuk tidak merayakan malam tahun baru dalam bentuk hiburan, maupun menyalakan kembang api petasan dan meniupkan terompet. Dianjurkan sepada seluruh tempat hiburan agar tidak buka pada malam pergantian tahun. Mengisi malam tahun baru dengan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Khusus Muslim agar sekiranya melaksanakan zikir istiqomah dan doa keselamatan agar terhindar dari segala bencana.

Lalu, kepada orang tua agar tidak membiarkan anak-anaknya berkeliaran di jalan dan tempat hiburan yang dampat mengganggu keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Sepanjang tahun 2018 begitu banyak bencana dahsyat menghantam Tanah Air hingga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah banyak. Alangkah baiknya, jika pihak-pihak yang biasa merayakan malam tahun baru dengan pesta pora, diubah dengan muhasabah atau kegiatan religi lainnya.

“Kami tidak ada acara apa-apa pada saat malam tahun baru. Dengan situasi negara kita yang kini tengah dirundung bencana alam di mana-mana, paling kami hanya adakan acara zikir bersama pada malam pergantian tahun baru. Ini sebagai bentuk rasa duka dan prihatin terhadap korban-korban akibat bencana alam itu. Makanya lebih baik kami membuat perayaan tahun baru dengan versi yang berbeda dengan kedepankan nilai religi,” ungkapnya, Kamis, 27 Desember 2018 di Pekanbaru. (bpc)