Waduh, Simpan Setruk ATM Bahaya Bagi Kesehatan?

SALISMA.COM (SC) – Kebanyakan orang biasanya menyimpan setruk seusai berbelanja atau melakukan transaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Namun, taukah anda bahwa ternyata hal itu dapat mengancam kesehatan?

Pasalnya, setruk ATM dan sejenisnya seperti bon belanja dan kertas faksimili, dicetak pada kertas jenis thermal paper. Seperti namanya, thermal paper mengandalkan panas sebagai pengganti tinta sehingga lebih ekonomis. Pada lapisan terluarnya, thermal paper dilapisi oleh Bisphenol A atau lebih sering disebut BPA. Lapisan inilah yang kemudian dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan.

Selain ditemukan pada botol plastik dan kaleng, BPA yang merupakan zat kimia berbahaya ternyata dijumpai pula di kertas setruk ATM. Zat ini dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit, salah satunya kanker.

Pada 2014, tim peneliti dari Universitas Missouri melakukan sebuah percobaan. Mereka membagi kelompok orang untuk memegang setruk thermal paper dengan cara berbeda-beda.

Hasilnya, tim peneliti menemukan bahwa orang yang memegang setruk berbahan thermal paper kemudian makan dengan tangannya, memiliki kandungan BPA dalam jumlah signifikan dalam urinnya yakni 20 mg BPA/g keratinin.

“BPA dari kertas termal akan diserap ke dalam darah Anda dengan cepat,” ujar Ketua Tim Peneliti Frederick vom Saal seperti dikutip dari Forbes.com.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada jurnal daring PLOS ONE tersebut, vom Saal juga mengatakan risiko terserapnya BPA ke dalam tubuh akan meningkat, saat kulit dalam kondisi absorbent (berdaya serap tinggi). Kondisi absorbent itu misalnya sehabis memakai hand sanitizer atau lotion tabir surya.

Komposisi zat yang ada pada thermal paper akan bereaksi terhadap panas sehingga memunculkan tulisan, sekaligus akan memudarkannya. Itulah mengapa setruk yang telah lama disimpan di dompet biasanya memiliki teks yang kabur bahkan hilang sama sekali.

BPA memang telah lama dikenal sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh. BPA kerap dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan seperti diabetes, masalah reproduksi, serta gangguan perilaku bagi anak. Selain itu, zat satu ini diketahui dapat memicu kanker atau karsinogenik.

Selama ini penggunaan BPA telah banyak dilarang. Contohnya dalam botol minum. Namun, di luar itu zat ini tetap banyak digunakan pada banyak benda lain seperti thermal paper. (bisnis)

Share