Pekan Kelima 2019, Dinkes Pekanbaru Catat 37 Kasus DBD

SALISMA.COM (SC) – Pekan ke-5 di tahun 2019, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat ada 37 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun, dari data kasus tersebut belum ada korban yang meninggal karena DBD.

“Hingga pekan ke-5 Kasus DBD sudah ada 37 kasus DBD. Belum ada korban meninggal dunia,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Kota Pekanbaru Maisel Fidayesi Apt SFarm, Kamis (7/2).

Maisel menyebutkan untuk meminimalisir kasus DBD yang terjadi di masyarakat untuk terus meningkatkan pola hidup bersih. Termasuk menjalankan program 3M plus.

“Untuk kasus DBD, kami terus mendapatkan pantauan secara intens. Apalagi saat ini cuaca yang tidak menentu, sebentar hujan dan sebentar panas menjadi salah satu penyebab terjadinya DBD. Untuk itu diperlukan upaya antisipasi pencegahan,” sebut Maisel.

Dengan menerapkan 3M plus, kata Maisel berarti mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang biak. Di mana nyamuk inilah yang membawa penyakit DBD.

Pastikan di rumah dan lingkungan sekitar tidak ada jentik nyamuk. Karena satu jentik nyamuk, dalam 12 – 14 hari akan berubah jadi nyamuk dewasa. Dan satu nyamuk betina dewasa, sekali bertelur itu bisa100-150 butir telur.

“Dalam hidupnya yang sekitar satu bulan, nyamuk betina dewasa bisa empat kali bertelur. Itu artinya, satu ekor nyamuk betina bisa menghasilkan 600 telur,” sebutnya.

Dalam kesempatan ini menghimbau kepada masyarakat untuk menjadi juru pemantau jentik (Jumantik) di rumah masing-masing. “Ini akan sangat membantu dalam membasmi jentik nyamuk,”pungkasnya.(*)

Share