Lima Petugas Meninggal, 13 Dirawat di Riau Selama Pelaksanaan Pemilu Serentak

PEKANBARU – Pelaksanaan Pemilu serentak pada 17 April 2019 yang waktu kerja bagi petugas sangat panjang dan melahkan juga menyebabkan korban jiwa di Riau. Lima petugas KPU meninggal dunia usai hari pencoblosan. 13 lainnya dirawat dirumah sakit satu petugas perempuan yang lagi hamil mengalami keguguran.

Menurut Komisioner KPU Riau Divisi SDM, Nugroho Noto Susanto kepada media, petugas yang meninggal ada yang karena kecelakaan pasca tugas, namun ada juga yang meninggal setelah penghitungan suara di TPS.

Lima petugas KPPS dan PPK yang meninggal dunia adalah Surattinizar, Ketua KPPS 02 Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan,
Kabupaten Bengkalis. Suratinizar meninggal akibat kecelakaan pasca tugas. Kedua, Yansen Andrys David, Ketua KPPS TPS 5 kelurahan Bengkalis Kota, kabupaten Bengkalis, meninggal dunia akibat serangan jantung. Ketiga, Umar Banu, Ketua KPPS 16 Kelurahan Simpang Kanan, Kecamatan Simpang kanan, Rokan hilir.

Keempat, Ema, Anggota KPPS 1 Desa Bedeng Sikuran, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi. Ema meninggal dunia akibat Kecelakaa sepulang dari menjalankan tugas. Kelima, Faisal ST, Ketua KPPS TPS 01, Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang kota, Kabupaten Kampar. Faisal meninggal dunia tadi malam sepulang dari pleno penghitungan suara tingkat kecamatan.

“Dengan kondisi tekanan yang tinggi dan kurang tidur, akhirnya petugas kami meninggal dunia,” ujar Nugroho, Senin 22 April 2019.

Dilanjutkan Noto, masih ada 13 petugas lainnya yang masih dan sempat dirawat, karena pingsan kelelahan. Bahkan, ada yang keguguran anak pertama.**

Share