Ketua MK Akui Pemilu Serentak Adalah Pemilu Tersulit di Dunia

JAKARTA -Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman menyatakan, Pemilu serentak Indonesia adalah Pemilu terberat di dunia. Melelahkan dan juga nenghabiskan dana negara yang besar.

“Dengan 17 ribu pulau, 192 juta lebih pemilih. terdiri dari 700 suku dan 400 bahasa daerah yang aktif, menyebabkan pemilu di Indonesia menjadi paling sulit di dunia,” ujar Ketua MK, dihadapan 118 orang wartawan seluruh Indonesia, peserta pelatihan bertajuk ‘Program Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara Bagi Wartawan Se-Indonesia’ di Pusdiklat Pancasila dan Konstitusi, Cisarua Bogor Jawa Barat, Senin (22/4/2019) malam.

“Saya berharap dan berdo’a, Pilpres ini tidak bermuara ke MK,” ujar Ketua MK.

Menurut Anwar, dirinya pun saat ini galau dan merasa ikut berdosa, karena ikut meloloskan sistem Pemilu serentak di Indonesia.

“Pemilu serentak ini telah menyebabkan tidak kurang dari 90 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia karena kelelahan, belum lagi yang harus dirawat,” ujarnya.

Ketua MK sependapat dengan gagasan untuk mengevaluasi kembali pelaksanaan Pemilu serentak ini.

Sementara itu Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam acara yang sama juga menyatakan bahwa Pemilu serentak tahun ini adalah Pemilu paling kompleks di dunia.

Keadaan diperberat lagi oleh sikap para pendukung Paslon yang terus membangun opini publik. Sebagian pakar yang berpihak menyampaikan komentar-komentar yang memanaskan suasana. Ditambahkan lagi maraknya berita-berita hoax di media sosial. Lalu, pemilik media pun demikian, terbelah.

“Pers pun juga terbelah,” kata Stanley.

Menurut Ketua Dewan Pers, Pers Indonesia harus melakukan dua hal, yaitu menyebarluaskan berita berdasarkan fakta, seimbang dan adil. Kemudian, pers harus tetap kritis terhadap segala informasi, dengan melakukan pengecekan ulang di lapangan.

“Hati-hati menggunakan isu-isu di Medsos sebagai bahan berita, untuk informasi awal boleh, tapi harus diverifikasi lagi,” tegasnya.

Acara ini dilaksanakan selama 4 hari full, Senin-Kamis, 22-25 April 2019 itu. Di akhir acarapembukaan, Ketua MK Anwar Usman dan Ketua Dewan Pers Stenley, menandatangani nota kesepahaman tentang pelatihan ini yang akan terus dilakukan.**/zie

Share