PELALAWAN – Upaya memadamkan api yang melalap lahan gambut di Desa Penarikan, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, terkendala angin kencang. Akibatnya, api sulit dipadamkan. Sampai hari ini, Senin (29/7/2019) kebakaran belum jbisa diatasi.
Angin yang berhembus kencang pada Minggu (28/7) petang membuat api berkobar hingga setinggi tiga meter. Pada Minggu sore hingga malamnya, api menyebar ke area yang lebih luas, meski pun petugas pemadam sudah berjuang memadamkannya dari darat maupun udara. Kebakaran juga menimbulkan jerebu yang tampak seperti erupsi gunung berapi.
“Kebakaran sudah berlangsung selama seminggu, awalnya dari seberang Sungai Nilo,” kata Komandan Koramil 09 Langgam Kodim 0313/KPR Kapten Arh. Kharidon Sitiyo di Pekanbaru.
Kebakaran mencakup area tepian Sungai Nilo dan merambat ke kebun kelapa sawit dan karet milik warga. Bahkan sawit yang masih berusia 3 tahun dilalap api hingga ke akar-akarnya.
Pemadaman dipersulit medan yang berat. Petugas Manggala Agni harus berjalan kaki sekitar enam kilometer sambil membawa peralatan untuk menjangkau daerah yang terbakar, karena tidak ada jalan yang bisa dilalui kendaraan bermotor.
Selain itu asap pekat yang meliputi area kebakaran juga menghambat pergerakan tim pemadam kebakaran di darat karena jarak pandang menjadi turun drastis.
Bahkan karena api berkobar sangat besar dan angin berhembus kencang, sebagian petugas pemadam kebakaran terpaksa ditarik keluar demi keamanan.
Kebakaran yang terjadi di Penarikan adalah yang paling parah sehingga petugas harus melakukan pemadaman mulai dari pukul 08.00 pagi sampai 19.00 WIB malam.
Wakil Komandan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau, Edwar Sanger, mengatakan bahwa saat ini kebakaran lahan di Langgam menjadi fokus utama pemadaman lewat udara.
“Sejak hari Minggu Satgas mengerahkan lima heli water bombing (pengebom air) karena kemarin ada peningkatan hotspot (titik panas) dan firespot (titik api). Dua heli ke Dayun dan Koto Gasib, Siak, dan tiga heli ke Langgam, Penarikan. Yang selesai dari Siak juga langsung bergerak ke Penarikan,” kata Edwar.***

