Penundaan MotoGP karena Corona Ganggu Psikologis Pebalap

Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, menilai perubahan jadwal MotoGP 2020 mengganggu psikologis pebalap yang sudah terbiasa hidup dengan agenda teratur.

Penyebaran virus corona yang masif membuat musim balap tahun ini berjalan tidak seperti biasanya. Setelah MotoGP Qatar tidak dapat berlangsung pada Minggu (8/3), setidaknya ada tiga agenda balapan yang ditunda yakni MotoGP Amerika Serikat, MotoGP Thailand, dan MotoGP Argentina.

Dovizioso mengaku berusaha beradaptasi dengan jadwal yang terus berubah karena wabah COVID-19.

“Pada mulanya saya sedikit kecewa, karena Qatar adalah trek yang bagus untuk kami, jadi saya percaya diri dan bersemangat untuk memulai. Tetapi ada satu aspek yang menjadi perhatian bagi kami, para pebalap MotoGP.”

“Di olahraga ini kami memiliki rutinitas tetap selama bertahun-tahun dan perubahan saat ini merupakan pukulan psikologis bagi kami,” terang Dovizioso dikutip dari Marca.

Pebalap yang menuntaskan tiga musim terakhir sebagai runner up MotoGP itu juga mengaku merasa aneh dan canggung dengan jadwal baru yang terus mengalami perubahan.

“[Adaptasi] akan sangat rumit dan akan tergantung dari seberapa cepat Anda bisa menghadapinya. Jika Anda bisa cepat maka Anda bisa menang atau sebaliknya,” ujar pebalap yang pernah membela Honda itu.

“Saya belum melihat jadwal karena masih terlalu dini dan situasi dunia masih bisa berubah drastis. Ketika ada tanggal balapan yang pasti saya baru akan memikirkannya,” tambah Dovizioso.

Saat ini Dovizioso mengaku masih menjaga fisik dengan berlatih, baik dengan bersepeda atau memanfaatkan pusat kebugaran pribadi.

Share