oleh

PT APR April Grup Hasilkan Udara Busuk, Comunity PATAR Galang Petisi ke Presiden Jokowi

-News-45 views

PEKANBARU, SALISMA.COM (SC) – Comunity Pekan Tua LesTari (PATAR) Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, Indonesia, menilai PT Asian Pasific Rayon (APR) — dinaungi PT APRIL Groups (RPG Singapore’s) — telah melakukan pencemaran udara dengan aroma berbau busuk menyengat ke sistem pernafasan. Comunity PATAR meminta dukungan tanda tangan dari seluruh masyarakat, yang ditujukan ke Presiden RI, Joko Widodo.

Dalam petisinya, Comunity PATAR menduga pihak PT APR tidak melakukan analisis AMDAL dengan melibatkan peran serta masyarakat.

Informasi AMDAL terkesan sembunyi-sembunyi dengan hanya mengumumkan melalui website, yang tidak semua masyarakat sekitar tahu bahwa PT APR dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, tengah melakukan sosial eksperimen atau meminta respon dari publik atas berdirinya pabrik penghasil serat benang tersebut.

Comunity PATAR meminta pihak perusahaan agar bertanggung jawab secara sungguh-sungguh terhadap keselamatan kesehatan jiwa anak-anak dan masyarakat sekitar. Dalam petisi disebutkan;

  • APR wajib tuntaskan pencemaran udara.
  • Periksa kesehatan masyarakat gratis di setiap dua pekan sekali.
  • Berikan vitamin dan suplemen bgi anak-anak dan masyarakat sekitar.
  • Berikan suplai makanan yang bergizi dan seimbang kepada masyarakat sekitar.
  • Comunity PATAR sangat peduli akan pertumbuhan ekonomi daerah dengan mengedepankan konsep yang berkelanjutan.
  • PATAR akan melakukan pendistribusian dan penyaluran pada point’ (2,3 & 4) guna menjamin komitmen pihak perusahaan menepati kewajiban perusahaan terhadap masyarakat.

Comunity PATAR meminta dukungan dari setiap elemen masyarakat, aktivis kemanusiaan dan lingkungan, serta pihak pemerintah agar PT APR segera mengabulkan petisi ini.

Terkait petisi ini, redaksi Bertuahpos.com, sudah melakukan upaya konfirmasi kepada Humas PT RAPP APRIL Grup Budi Firmansyah dan Erik. Upaya konfirmasi yang dilakukan yakni dengan menghubungi keduanya melalui sambungan telpon. Namun hingga berita ini ditayangkan, keduanya belum memberikan jawaban dan respon. (mil/bpc)