oleh

Dari Peringatan Perkumpulan Pecinta Perangko. Usianya Nyaris 100 Tahun. Sekjend PP PFI: “Dari Mengkoleksi Perangko, Bisa Buat Biaya Nikah”. ‘Cihuyyy!!!’

 

SALISMA.COM – Bandung. Mungkin, belum banyak orang yang tahu kalau perkumpulan filatelis di Indonesia sudah berusia 99 tahun. Jika diibaratkan usia manusia, usia perkumpulan pecinta perangko ini tentu sudah banyak bonusnya.

Karena usia manusia jika disandarkan pada usia terakhir Nabi Muhammad SAW hanya mencapai 63 tahun.

Perkumpulan pecinta perangko di Indonesia sudah ada sejak tahun 1922. Yang dibentuk oleh pemerintahan Hindia Belanda.

Kemudian berturut-turut bertransformasi hingga tahun 1985 dengan nama organisasi Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI). Berkantor pusat di Gedung Filatelis Indonesia, Jalan Pos No2, Pasar Baru Jakarta Pusat.

kelas pemenang kompetisi dalam pameran filateli dunia

Hingga tahun 2021, usia PFI sudah mencapai 99 tahun yang dipimpin oleh DR. Fadli Zon, SS, MSc. Lalu apa bedanya antara Filateli dan Filatelis itu?

Filateli adalah aktivitas mengumpulkan perangko dan benda pos lainnya yang diterbitkan oleh administrasi pos, sedang filatelis orang atau kolektornya.

Nah, di usia PFI sudah mencapai hampir 100 tahun itu seharusnya perkumpulan pecinta perangko di Indonesia dan juga di Riau sudah tersosialisasi dengan baik. Artinya, perangko sudah menjadi gaya hidup hampir semua orang.

Asa itu secara umum sudah terjadi di Indonesia hingga tahun 1999. Namun mampukah asa itu terwujud kini?

jadual pameran filateli dunia hingga 2023

Apalagi kini warga milenial sudah ‘terasing’ dengan benda-benda pos, karena seiring perkembangn teknologi, kegiatan surat menyurat pun terpinggirkan. Terganti dengan kebiasaan mailing saja. Praktis prangko pun sudah asing.

Dari Koleksi Bisa Investasi

“Itu memang menjadi tantangan  kita kini. Tapi kalau mau lebih tahu, tidaklah seperti itu juga. Karena pecinta perangko alias filatelis selalu punya cara untuk mencintai produk perangko”,kata Gita Noviandi Sekjend PFI via zoom dalam acara peringatan 99 tahun PFI beberapa waktu lalu.

Apalagi kantor pos Indoinesia tetap menerbitkan seri perangko berdasarkan even misalnya. Seperti even olahraga, flora, dan fauna. Dan seri perangko ini tetap diburu filatelis. Meskipun kegiatan berkirim surat kini tidak marak, tambahnya.

Sekjend PFI Gita Noviandi antusias memberikan materi pada seminar/workshop filateli bertema Filateli Tak Kenal Henti 27 Maret lalu

Lebih lanjut Gita pun menantang peserta workshop agar semangat mencintai perangko. Karena ia mengaku, kalau biaya nikahnya pun dari kebiasaan mengoleksi perangko.

Bahkan, profesinya kini tidak ada kaitannya dengan kuliah dulu. “Saya tak menyangka, saat menikah justru biayanya dari mengkoleksi perangko. Dan yang paling mengesankan dari perangko ini saya bis keliling dunia, bahkan ‘membeli dunia’”, Katanya antusias. Nah Lho?

Yang paling menarik kata Gita lagi, ternyata dari mengoleksi prangko, bisa berinvestasi. “Perangko seri cetakan flora dan fauna itu ternyata digandrungi oleh dunia internasional. Ya, makna membeli dunia itu termasuk membeli perangko itu. Makanya hinggta kini terus marak pameran perangko di berbagai negara”, yakin Gita.

quiz menebak asal negara yang menerbitkan perangko yang tergambar

Tanpa terasa workshop yang disiarkan via zoom dari kantor cabang Bandung itu, yang  awalnya adem ayem itu makin riuh.

Terutama karena setiap selesai sesi, Sekjend Gita selalu menyelingi quiz-quiz berhadiah. Ok, filatelis Riau, Yok Investasikan perangkomu. Ini Perangkoku, Mana Perangkomu?!***