oleh

Google Bakal Tindak Tegas Aplikasi Menyesatkan di Play Store

-Tekno-59 views

SALISMA.COM – Google baru saja mengeluarkan kebijakan dan panduan baru untuk aplikasi yang dipasang Play Store. Aturan baru ini ditujukan untuk menindak aplikasi yang menyesatkan pengguna, baik itu dengan nama atau ikon aplikasi.

Google memang sering kesulitan mengontrol kualitas aplikasi di Play Store. Banyak aplikasi jahat yang berisi malware yang sering ditemukan.

Tapi masalah yang paling sering ditemukan adalah aplikasi kloningan berkualitas rendah yang dirancang mirip seperti aplikasi sungguhan untuk mengelabui pengguna. Belum lagi aplikasi yang fungsi aslinya tidak sesuai dengan apa yang dipromosikan.

Dikutip dari detikcom, kebijakan baru ini akan melarang sederet trik yang digunakan pengembang untuk membuat aplikasi mereka terlihat lebih menarik di Play Store. Pengembang kini tidak akan diperbolehkan menggunakan judul dengan huruf besar semua, kecuali memang nama brand, dan nama aplikasi tidak boleh menggunakan emoji.

Judul aplikasi juga dibatasi menjadi 30 karakter dan pengembang tidak boleh ‘memberi insentif untuk menginstal’ aplikasi dengan memasukkan frasa seperti ‘download sekarang’. Melakukan promosi dengan menampilkan banner ‘Sale’ di ikon aplikasi juga dilarang.

Google dalam postingan blognya mengatakan ini merupakan pengumuman awal yang dirancang untuk membantu pengembang merencanakan perubahan pada aplikasinya yang belum sesuai aturan.

Tapi, jika nanti kebijakan ini diterapkan, Google mengatakan aplikasi yang melanggar kebijakan ini akan ditendang dari Play Store. Google mengatakan detail tentang perubahan ini akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.

Selain itu, Google juga menerapkan panduan baru untuk preview aplikasi di Play Store yang akan diterapkan pada paruh kedua tahun ini. Panduan baru ini meminta pengembang aplikasi menggunakan grafis, video, dan deskripsi pendek yang menjelaskan aplikasi dan game secara akurat, menyediakan informasi yang cukup untuk pengguna, tidak menggunakan kata seperti ‘gratis’ atau ‘terbaik’ dan dilokalkan secara tepat.

“Aset preview yang tidak mengikuti panduan kami mungkin tidak akan memenuhi syarat untuk promosi dan rekomendasi di platform Google Play utama seperti beranda Apps and Games,” kata Google, seperti dikutip dari The Verge, Senin (3/5/2021). (mg1)