oleh

Kasus Covid-19 Riau Menanjak

SALISMA.COM, PEKANBARU — Gubernur Riau Syamsuar mengaku khawatir dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah tingginya angka kasus penyebaran Covid-19.

Di Riau, sejumlah daerah telah terjadi Karhutla. Dumai hingga akhir pekan kemarin, masih dilakukan pendinginan setelah satgas berhasil melakukan pemadaman api di lahan terbakar.

Senin, 2 Agustus 2021, BMKG Stasiun Pekanbaru melaporkan kemunculan 4 titik panas yang tersebar di 3 kabupaten. Dari jumlah tersebut 3 diantaranya terdapat di Dumai.

Syamsuar meminta kepada tim Satgas agar tetap selalu waspada terhadap ancaman Karhutla yang sewaktu – waktu bisa kembali terjadi. Apalagi musim panas masih berlangsung sehingga September mendatang.

“Terutama di daerah yang terpantau kemunculan titik panas agar selalu diwaspadai terhadap kemunculan titik api. Jadi memang dalam situasi seperti ini, semua daerah harus bisa terpatau,” tuturnya.

Dia menambahkan, saat ini Riau masih belum aman dari Karhutla. Hal ini dibuktikan dengan beberapa daerah di Riau yang saat ini terjadi kebakaran lahan.

Salah satu yang perlu diwaspadai, yakni asap kiriman dari provinsi tetangga. Syamsuar menegaskan bahwa upaya teknologi modifikasi cuaca (TMC) sampai saat ini masih dilakukan.

Sebelumnya, Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan bahwa upaya pencegahan Karhutla dengan TMC telah berhasil meningkatkan intensitas curah hujan hingg 60% lebih dari intensitas hujan alami.(Sc7)