oleh

Bom Mobil Menyasar Rombongan Militer Di Ibu Kota Turki 28 Orang Tewas, 61 Luka-Luka

-Dunia, News-13 views

Salisma.com – Sedikitnya 28 orang tewas dan 61 lainnya luka dalam peristiwa ledakan bom saat mobil konvoi militer Turki melintas di Ibu Kota Ankara pada 17 Februari. Ledakan menghantam kendaraan dinas militer Turki, pemberontak Kurdi diyakini sebagai dalang dari teror tersebut.

Bom yang berasal dari sebuah mobil tersebut menimbulkan kekacauan dan kepanikan yang luar biasa. Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus mengecam aksi tersebut.

“Serangan ini telah sangat jelas ditargetkan bangsa kita yang terhormat secara keseluruhan dan dilakukan dengan cara yang keji, tidak terhormat, berbahaya dan berbahaya,” kata Kurtulmus.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan berjanji akan membalas para pelaku serangan. Dia sangat yakin jika serangan ini berkaitan dengan serentetan serangan mematikan di Turki yang dilakukan oleh pemberontak Kurdi.

Gumpalan asap tebal terjadi dari tempat kejadian, dekat dengan markas militer Turki dan parlemen. Ledakan kuat terdengar di seluruh kota.

Militer mengatakan, serangan itu ditargetkan pada kendaraan dinas yang membawa personel militer.

Di Ankara, ambulans dan pemadam kebakaran telah dikirim ke tempat kejadian untuk mengevakuasi korban ledakan. Petugas pemadam kebakaran sempat berjibaku mengatasi kebakaran besar yang melanda bus layanan yang hancur akibat ledakan.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, aliansi sangat mengutuk pelaku pengeboman itu. “NATO Sekutu berdiri bahu-membahu dalam memerangi terorisme,” katanya.

Kurtulmus mengakui pihaknya tidak memiliki informasi apa pun tentang siapa yang melakukan serangan ini. Tapi dia bersumpah akan mengejar pelaku secepatnya.

ISIS kerap disalahkan dalam aksi terorisme yang terjadi di Turki. Namun bukan hanya ISIS, pemberontak Kurdi atau Kurdistan Partai Buruh (PKK) juga berperan dalam sejumlah aksi teror yang telah menewaskan puluhan tentara dalam serangan terutama di tenggara negara itu.

103 Orang tewas pada 10 Oktober ketika dua pembom bunuh diri meledakkan diri di kerumunan aktivis perdamaian di Ankara, serangan paling berdarah dalam sejarah modern negara itu.

Kemudian, sebelas orang (semua wisatawan Jerman) juga tewas pada 16 Januari ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di jantung wisata Istanbul. Serangan itu dipersalahkan pada gerilyawan ISIS, seperti dua pemboman mematikan di negara itu didominasi Kurdi tenggara awal tahun.

Tapi Turki juga melancarkan serangan habis-habisan pada PKK yang telah berulang kali menyerang anggota pasukan keamanan dengan pemboman pinggir jalan terhadap konvoi mereka di tenggara.

PKK melancarkan pemberontakan terhadap negara Turki pada tahun 1984, awalnya berjuang untuk kemerdekaan Kurdi meskipun sekarang lebih untuk otonomi yang lebih besar dan hak untuk minoritas etnis terbesar di negara itu. (merdeka.com)