oleh

BPBD Nyatakan Cilacap Barat Zona Merah Longsor

-News-9 views

Salisma.com – Sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Cilacap yang meliputi Kecamatan Karangpucung, Cimanggu, Majenang, Wanareja, Cipari dan Dayeuhluhur, dinyatakan sebagai daerah ‘merah’ longsor oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala BPBD Cilacap, Try Komara Sidhy mengatakan longsor di enam kecamatan tersebut sering terjadi. Bahkan, beberapa desa di Kecamatan Dayeuhluhur dan Majenang ditemukan tanah bergerak yang berpotensi mengakibatkan longsor.

“Tiga kejadian tanah bergerak masih menjadi perhatian utama di Desa Datar dan Sumpinghayu Kecamatan Dayeuhluhur, serta Desa Cibeunying Kecamatan Majenang. Ketiga desa tersebut kerap terjadi tanah bergerak dan berpotensi longsor yang bisa menimpa puluhan rumah warga,” katanya.

Dia mengemukakan saat ini enam kecamatan yang berada di wilayah Cilacap bagian barat tersebut berstatus siaga satu bencana longsor.

“Cilacap barat kita siaga satu bencana longsor. Mulai dari Kecamatan Karangpucung, Cimanggu, Wanareja, Dayeuhluhur kita siaga satu, karena sudah terjadi longsor. Awalnya memang ada tiga bencana alam, longsor, banjir dan puting beliung. Ternyata puting beliung terjadi di Patimuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengemukakan musibah yang terjadi di Cilacap bagian barat sulit diprediksi. Padahal, pihaknya sudah melakukan antisipasi untuk bencana longsor.

“Agak sulit untuk bisa diprediksi. Seperti dulu, webbing cut kita pasang di daerah, ternyata yang longsor ada di lain tempat,” jelasnya.

Dia menambahkan, BPBD mengimbau warga melakukan mitigasi bencana banjir bandang. Sebab, pada Februari ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di Cilacap barat lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.

“Selain mewaspadai bencana tanah longsor, warga diharapkan melakukan mitigasi bencana banjir bandang. Karena dalam Februari ini curah hujan mencapai 400 milimeter atau berkategori deras,” ujarnya. (merdeka)